NASA Dapat Lampu Hijau Luncurkan Misi Mars 2020 Kamis Lusa

NASA Dapat Lampu Hijau Luncurkan Misi Mars 2020 Kamis Lusa

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 28 Jul 2020 10:47 WIB
FILE - In this Thursday, Nov. 14, 2019 file photo, a Mars lander is lifted during a test for its hovering, obstacle avoidance and deceleration capabilities at a facility at Huailai in Chinas Hebei province. The site outside Beijing simulated conditions on the red planet, where the pull of gravity is about one-third that of Earth. China will launch their Mars rover and an orbiter sometime around July 23, 2020, in a mission named Tianwen, or Questions for Heaven. (AP Photo/Andy Wong)
NASA Dapat Lampu Hijau untuk Luncurkan Misi Mars 2020 (Foto: AP/Andy Wong)
Jakarta -

NASA selangkah lagi akan meluncurkan misi Mars 2020. Misi ini telah mendapat lampu hijau untuk meluncur pada Kamis, 30 Juli 2020 lusa.

Beberapa hari sebelum peluncuran robot penjelajah (rover) Perseverance telah menyelesaikan tinjauan kesiapannya, rintangan terakhir sebelum misi ini terbang menuju Mars dari Cape Canaveral Air Force Station di Florida.

"Tinjauan kesiapan peluncuran sudah lengkap, dan kita siap untuk peluncuran," kata Administrator NASA Jim Bridenstine dalam konferensi pers, seperti dikutip detikINET dari Space, Selasa (28/7/2020).

Perseverance akan terbang menggunakan roket Atlas V milik United Launch Alliance dari Cape Canaveral. Peluncuran ini dijadwalkan pada Kamis ini mulai pukul 7.50 waktu setempat atau 18.50 WIB.

Cuaca sepertinya mendukung peluncuran misi ambisius ini. Launch Weather Officer Jessica Williams kemungkinan terjadinya cuaca buruk di hari peluncuran hanya 20% sehingga cuaca tidak akan jadi masalah.

Tapi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan menjelang peluncuran, NASA memiliki waktu hingga 15 Agustus untuk percobaan kedua. Jika tidak bisa meluncur tepat waktu, Perseverance harus kembali dikandangkan dan peluncuran harus ditunda hingga 2022.

Setelah meluncur dari Bumi, Perseverance akan menempuh perjalanan selama tujuh bulan menuju Planet Merah. Perjalanan ini akan berakhir dengan pendaratan di Kawah Jezero di permukaan Mars pada 18 Februari 2021.

Rover bertenaga nuklir ini akan menghabiskan waktu satu tahun Mars (hampir dua tahun waktu di Bumi) untuk menjelajahi Kawah Jezero yang memiliki luas 45 km. Area ini diduga dulunya merupakan tempat danau dan delta sungai.

Perseverance akan mencari bukti kehidupan purba di Mars, mempelajari geologi kawah, mengumpulkan beberapa sampel, dan banyak tugas lainnya.

Sampel tersebut akan dibawa kembali ke Bumi pada awal 2031, oleh misi gabungan NASA dan European Space Agency. Begitu sampai di Bumi, sampel tersebut akan diteliti oleh ilmuwan untuk mencari tanda kehidupan dan petunjuk tentang sejarah planet misterius tersebut.

"Ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah bahwa kita melakukan misi pengembalian dari Mars. Faktanya, ini pertama kalinya dalam sejarah kita melakukan misi pengembalian dari planet mana pun," kata Bridenstine.

Perseverance juga akan menguji coba beberapa teknologi baru yang akan berguna untuk eksplorasi Mars di masa depan. Selain itu, rover ini juga akan menyimpan helikopter Ingenuity di dalam perutnya yang akan dikeluarkan dan diterbangkan begitu Perseverance menemukan tempat yang sesuai.

Karena tidak memiliki instrumen sains, Ingenuity tidak bisa mengumpulkan data seperti Perseverance. Tapi helikopter mini ini memiliki kamera yang bisa mengamati Planet Merah dari berbagai sisi.

Peluncuran rover baru dari NASA ini akan menjadi penerbangan menuju Mars ketiga dalam dua minggu terakhir. Uni Emirat Arab telah meluncurkan orbiter Hope pada 19 Juli, lalu disusul China yang meluncurkan misi Tianwen-1 pada 23 Juli.



Simak Video "Penampakan Mars yang Pancarkan Sinar UV"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)