Dituduh Dalang Corona, Bos Lab Wuhan Tuntut Trump Minta Maaf

Dituduh Dalang Corona, Bos Lab Wuhan Tuntut Trump Minta Maaf

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 25 Jul 2020 12:44 WIB
FILE - In this Thursday, Feb. 23, 2017 file photo, Shi Zhengli works with other researchers in a lab at the Wuhan Institute of Virology in Wuhan in central Chinas Hubei province. On Dec. 30, 2019, Wuhan health officials issued an internal notice warning of an unusual pneumonia, which leaked on social media. That evening, Shi, famous for having traced the SARS virus to a bat cave, was alerted to the new disease, according to an interview with Scientific American. Shi took the first train from a conference in Shanghai back to Wuhan. (Chinatopix via AP)
Shi Zhengli. Foto: Chinatopix via AP
Wuhan -

Wuhan Institute of Virology dicurigai sebagian pihak sebagai perancang virus Corona COVID-19 atau ada kebocoran dari sana. Tudingan itu antara lain disuarakan presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Bos lab Wuhan pun menuntutnya untuk minta maaf.

Awal Mei, Trump ditanyai apa dia punya bukti yang memberi keyakinan tinggi bahwa virus Corona berawal di Wuhan Institute of Virology. "Ya, saya punya," kata Trump tanpa menunjukkannya. "Saya tak bisa memberitahu Anda soal itu. Saya tidak diizinkan untuk memberitahukannya," ucap sang presiden.

Shi Zhengli selaku Direktur Center for Emerging Infectious Diseases di Wuhan Institute of Virology (WIV) kini kembali angkat bicara. Mungkin ia gerah karena teori pihaknya jadi dalang Corona itu tetap muncul yang mungkin dipicu oleh pernyataan Trump tersebut.

Dikutip detikINET dari Science Mag, Zhengli menyebut sama sekali tidak ada bukti kebocoran COVID-19 dari laboratoriumnya dan bahwa dia dan koleganya baru mengetahui ada kasus COVID-19 di akhir 2019. Itu setelah mereka meneliti sampel dari pasien yang kena pneumonia misterius.

"Sebelum itu, kami tidak pernah melakukan kontak atau mempelajari virus Corona ini, ataupun kami tahu soal eksistensinya," cetus Zhengli yang dijuluki 'batwoman' karena merupakan ahli kelelawar.

"Klaim dari presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa SARS-CoV-2 bocor dari institusi kami benar-benar sebuah kontradiksi dari fakta," tambahnya.

"Hal itu adalah membahayakan dan berdampak pada pekerjaan akademis kami serta kehidupan pribadi kami. Dia (Trump-red) berhutang permintaan maaf pada kami," lanjut Zhengli.

Memang sudah sering Zhengli, pejabat lab Wuhan lain ataupun pemerintah China membantah keras bahwa mereka jadi dalang virus Corona. Banyak ilmuwan juga sepakat bahwa virus Corona muncul karena proses yang terjadi di alam walaupun ada juga yang berpendapat sebaliknya. Sampai saat ini, kepastian dari mana COVID-19 berasal masih merupakan misteri besar.



Simak Video "Kisah Wanita AS, Berbagi Makanan Usai Dipecat Gegara Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/jsn)