Mumi Misterius, Mati dengan Mulut Menganga Lebar

Mumi Misterius, Mati dengan Mulut Menganga Lebar

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 24 Jul 2020 16:40 WIB
Screaming Mummy yang meninggal dengan keadaan mulut terbuka lebar.
'Screaming Mummy' yang meninggal dengan kondisi mulut menganga. Foto: Zahi Hawass and Sahar Saleem via Live Science
Jakarta -

Sesosok mumi meninggal dengan kondisi tidak biasa -- mati dengan mulut menganga lebar. Ilmuwan pun mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Mengutip Live Science, mumi yang diidentifikasi sebagai seorang wanita ini meninggal dikarenakan serangan jantung. Pemindaian computed tomography (CT) mumi ditemukan aterosklerosis, yakni kondisi terdapat endapan plak lemak di dalam pembuluh darah.

Ahli Mesir Kuno berpendapat bahwa wanita itu meninggal sendirian karena serangan jantung hebat dan tidak ditemukan selama beberapa jam. Rahangnya, yang mungkin telah terbuka ketika ajal menjemput dirinya, kemudian dibalsamkan untuk selamanya.

Namun, peneliti luar skeptis dengan cerita ini. Andrew Wade, seorang antropolog di McMaster University memberikan pendapatnya kepada Gizmodo.

'Screaming Mummy' yang meninggal dengan keadaan mulut terbuka lebar.'Screaming Mummy' yang meninggal dengan keadaan mulut terbuka lebar. Foto: Zahi Hawass and Sahar Saleem via Live Science

"Adalah jauh lebih mungkin bahwa pembungkus di sekitar rahang tidak cukup ketat untuk menutup mulut, karena cenderung (rahangnya) jatuh ke posisi terbuka jika dibiarkan," kata Wade.

Mumi itu ditemukan lebih dari seabad yang lalu, pada tahun 1881. Dia dikebumikan di Deir el-Bahari, sebuah kompleks makam di seberang Sungai Nil dari kota Luxor. Nama 'Meritamun' tertulis di bungkusnya, tetapi para ahli Mesir Kuno tidak yakin siapa dia.

Diketahui, ada beberapa putri di Mesir kuno bernama Meritamun, termasuk putri penguasa dinasti ke-17 Thebes, Seqenenre Taa II yang memerintah sekitar 1558 SM, dan putri Ramses II (juga dikenal sebagai Ramses the Great), seorang Firaun pada 1279 SM.

Kembali pada mumi 'Meritamun', ia diperkirakan memiliki tinggi sekitar 151 cm. Melalui hasil CT, didapati banyak organ dari wanita ini yang sudah diangkat. Yang pasti jantung, trakea, paru-paru mumi ini masih ada.

Diperkirakan, ia meninggal dunia di usia 50-an. Giginya beberapa berlubang, dan sejumlah gerahamnya membusuk hingga puntung. Namun, petunjuk terbesar bagi kondisi kesehatannya adalah aterosklerosis yang mengganggu pembuluh darah sehingga kemungkinan serangan jantung menjadi lebih besar.



Simak Video "Kenali 4 Gejala Serangan Jantung Mendadak saat Berolahraga"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)