Ikan 'Bertangan' Super Langka Dinyatakan Punah

Ikan 'Bertangan' Super Langka Dinyatakan Punah

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 20 Jul 2020 06:00 WIB
Ikan bertangan
Spesies ikan bertangan yang sudah punah. Foto: istimewa
Tasmania -

Spesies ikan 'bertangan' ini memang sangat unik, di mana ia seolah punya tangan untuk berjalan di dasar air, mata menonjol, serta sirip berbentuk mohawk di kepalanya. Disebut sebagai smooth handfish atau nama ilmiahnya Sympterichthys unipennis, sayangnya ia dinyatakan punah.

Belum lama ini, lembaga International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyatakan ikan tersebut sudah tidak eksis lagi, menjadi spesies ikan pertama yang punah dalam catatan dunia modern.

Sekitar 200 tahun silam, ikan bertangan ini cukup banyak berkeliaran di Tasmania, Australia, dan menjadi salah satu spesies ikan yang didokumentasikan secara ilmiah. Tahun 1802, ilmuwan Prancis, Francois Peron, mengambil spesimen pertamanya.

Waktu berlalu, spesimen dari Peron itu menjadi satu-satunya peninggalan yang bisa dipelajari. Dikutip detikiNET dari Live Science, meskipun sudah disurvei secara insentif di lautan Australia, ikan ini tidak pernah terlihat lagi selama 200 tahun.

Dengan punahnya Sympterichthys unipennis, maka tinggal 13 spesies ikan bertangan lain yang masih hidup. Semuanya sekarang kategorinya sangat langka. Bahkan spesies handfish merah (Thymichthys politus), dilaporkan hanya tinggal 20 sampai 40 individu di 2018.

Ikan bertanganIkan bertangan spesies yang belum punah. Foto: istimewa

Ikan bertangan ini punya keunikan lain, yaitu ketika dilahirkan langsung berbentuk seperti dewasa, tidak mengalami fase larva. Kemudian habitatnya tidak besar. Dengan kata lain, seandainya area tempat tinggal mereka rusak atau mengalami gangguan, mereka tidak bisa pindah ke lokasi lain.

"Mereka menghabiskan sebagian besar waktu duduk di lantai laut, dengan terkadang berjalan beberapa meter jika terganggu. Karena tidak punya fase larva, mereka tidak bisa menyebar ke lokasi lain dan konsekuensinya, populasi mereka sangat terpusat dan rentan terhadap ancaman," kata Graham Edgar, ahli kelautan di University of Tasmania.

Ancaman pada ikan bertangan memang banyak, muncul dari pemancingan, polusi, kerusakan habitat ataupun invasi hewan lain. Tentu para ilmuwan berharap, mereka bisa tetap bertahan hidup.



Simak Video "Dari Ikan Baung, Jadilah Pindang Salai yang Menyegarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)