Ahli Fisika Jelaskan Alasan Mengapa Wujud Alien Sulit Terlihat

Ahli Fisika Jelaskan Alasan Mengapa Wujud Alien Sulit Terlihat

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 09 Jun 2020 06:31 WIB
alien
Ahli fisika jabarkan pendapatnya mengenai kemungkinan mengapa manusia tidak pernah melihat alien. Foto: Istimewa
Jakarta -

Di alam semesta yang luas ini, manusia terus bertanya mengenai eksistensi makhluk lain. Adakah alien atau apakah hanya kita yang ada di bentangan galaksi-galaksi?

Di tahun 2018, ahli fisika teoritis Alexander Berezin dari National Research University of Electronic Technology (MIET) di Rusia menjelaskan pendapatnya mengenai hal ini, dikutip dari Science Alert.

Jika orang sudah akrab dengan istilah Fermi Paradox, Berezin mengangkat argumen lain dari empat kemungkinan paradoks fermi yang sudah ada sebelumnya; alien tidak pernah ke Bumi, alien sudah pernah ke Bumi sebelum ada manusia, alien terhalang permasalahan astronomi untuk ke Bumi, atau alien baru memulai peradaban maju sehingga belum memungkinkan mengunjungi Bumi.

Ia beranggapan, fermi paradox terlalu lemah karena mendefinisikan kehidupan alien terlalu sempit. Padahal, ada berbagai kemungkinan dari kondisi alien itu sendiri.

Guna memecahkan paradoks, Berezin mengatakan satu-satunya parameter yang harus kita perhatikan dalam hal mendefinisikan kehidupan di luar bumi adalah ambang fisik di mana kita dapat mengamati keberadaannya.

"Satu-satunya variabel yang dapat kita ukur secara obyektif adalah probabilitas kehidupan menjadi terdeteksi dari luar angkasa dalam jarak tertentu dari Bumi. Untuk sederhananya, sebut saja 'parameter A'."

Jika suatu peradaban alien tidak mencapai parameter A, misalnya pengembangan perjalanan interstellar, komunikasi melintasi ruang angkasa, maka bisa saja alien itu ada namun tentu saja hal ini belum menyelesaikan paradoks yang ada.

Berezin pun menyuguhkan skenario 'first in-first out' yang dijelaskan sebagai penduduk Bumi adalah orang pertama yang tiba di tahap interstellar dan kemungkinan besar, akan menjadi orang terakhir yang mencapai tahap tersebut.

"Satu AI yang nakal bisa saja mengisi seluruh superkluster dengan salinannya sendiri, mengubah setiap tata surya menjadi superkomputer, dan tidak ada gunanya bertanya mengapa makhluk itu melakukan hal itu," tulis Berezin.



Simak Video "Siapa Tahu Butuh! Ini Lokasi Tempat Berburu Alien"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)