Ilmuwan: Lockdown Dibuka, Semua Jadi Eksperimen Corona

Ilmuwan: Lockdown Dibuka, Semua Jadi Eksperimen Corona

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 15 Mei 2020 16:05 WIB
Ratusan orang menari di tepi Sungai Yangtze Wuhan pasca dilonggarkannya lockdown.
Suasana terkini Kota Wuhan. Foto: (Hector Retamal/AFP)
London -

Upaya lockdown di berbagai negara adalah untuk meminimalisir penularan COVID-19. Kini setelah lockdown mulai dilonggarkan, warga pun menjadi semacam partisipan dalam eksperimen tentang bagaimana situasi yang akan terjadi pasca lockdown.

Ilmuwan di Inggris memperingatkan melonggarkan lockdown terlalu cepat dalam fase 'eksperimen' ini bisa menyebabkan gelombang kedua paparan virus Corona. Karena itu, pembukaan lockdown harus dilakukan dengan hati-hati dan terukur.

"Kita melonggarkan hal-hal yang kita anggap aman dulu dan kemudian mengawasinya dengan sangat hati-hati," kata Dr Mike Tildelsey, akademisi dari University of Warwick, Inggris.

"Seiring kita memasuki fase ini, kita adalah 'hewan percobaan'. Tapi seiring fase ini berjalan, kita akan lebih memahami seberapa efektif," tambahnya.

Dikutip detikINET dari BBC, Dr Mike menyarankan toko atau bisnis hanya bisa dibuka jika sosial distancing dapat dilakukan. Kemudian mereka yang bisa bekerja dari rumah sebaiknya meneruskannya. Sementara orang tua yang rentan tetap harus lebih dilindungi.

Lockdown dipercaya meminimalisir penularan COVID-19. Sekarang setelah ada kelonggaran, perlu diketahui nantinya seberapa tinggi kontak sosial yang bisa dilakukan untuk menjaga agar Corona bisa tetap dikendalikan.

"20 sampai 30% peningkatan kontak antar orang adalah maksimum. Vaksin masih lama. Saat ini, kita perlu sebanyak mungkin orang bisa beradaptasi," kata Profesor Azra Gahni dari Imperial College London.

Fase eksperimen ini memang tidak dikendalikan ilmuwan dan benar-benar melibatkan dunia nyata. Maka sebelum dapat diketahui hasilnya, orang harus tetap menjaga diri, tidak berbuat sembarangan.

"Ini tentang nyawa, harus ada keseimbangan soal risiko penyakit ini dan bagaimana menjalani hidup sehari-hari. Kita bisa mencapai hal itu selama orang bersikap sosial secara bertanggung jawab," kata Profesor Gahni.



Simak Video "Malaysia Lockdown Nasional 2 Minggu, Semua Mal Harus Tutup!"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)