318 Gigaton Es di Antartika dan Greenland Mencair Tiap Tahun

318 Gigaton Es di Antartika dan Greenland Mencair Tiap Tahun

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 05 Mei 2020 07:45 WIB
Antartika ramai turis
318 Gigaton Es di Antartika dan Greenland Mencair Tiap Tahunnya Foto: (AFP/Johan Ordonez)
Jakarta -

Suhu air laut yang menghangat akibat pemanasan global mengakibatkan hilangnya es di kedua kutub dalam jumlah yang fantastis. Bahkan menurut data NASA, Antartika dan Greenland kehilangan ratusan gigaton es setiap tahunnya.

Dikutip detikINET dari CNN, Selasa (5/5/2020) studi terbaru dari NASA yang diterbitkan di jurnal Science menunjukkan bahwa 118 gigaton es di Antartika dan 200 gigaton es di Greenland mencair tiap tahunnya.

Lelehan ini bisa mengisi 127 juta kolam renang standar Olimpiade. Selain itu menurut NASA jumlah es yang meleleh juga bisa menyelimuti Central Park di New York dengan es setebal 1.000 kaki, lebih tinggi dari menara Chrysler.

Data ini diambil NASA dari satelit Ice, Cloud, and land Elevation Satellite 2 (ICESat-2) yang diluncurkan tahun 2018. Data ini kemudian dibandingkan dengan pengukuran yang diambil oleh ICESat original dari 2003-2009 untuk melihat perubahan lapisan es yang kompleks.

"Jika kalian mengamati gletser atau lapisan es selama satu bulan, atau satu tahun, kalian tidak akan mempelajari banyak tentang apa pengaruh dari iklim," kata ahli glasiologi dari University of Washington Ben Smith.

"Kini kita memiliki rentang 16 tahun antara ICESat dan ICESat-2 dan bisa lebih yakin bahwa perubahan yang kita lihat di es terkait dengan perubahan jangka panjang di iklim," sambungnya.

Hilangnya es di Antartika dan Greenland menyebabkan naiknya permukaan air laut hingga 1,2 cm antara 2003 dan 2019, kurang dari sepertiga jumlah kenaikan permukaan air laut keseluruhan yang diamati di perairan di seluruh dunia.

Jumlah es di Antartika Timur sebenarnya bertambah, tapi pertumbuhan tersebut sangat kecil dibandingkan dengan jumlah es yang hilang secara keseluruhan di bagian lainnya.

Studi NASA ini juga meneliti lempengan es yang mengapung di ujung gletser. Peneliti menemukan massa sejumlah lempengan es di Antartika Barat semakin berkurang.

NASA mengatakan es yang mencair dari lempengan es tidak menambah kenaikan permukaan air laut. Tapi lempengan es menyediakan stabilitas untuk gletser dan lapisan es di belakangnya.

"Lempengan es menopang lapisan es. Jika kalian mengambil lempengan es, atau bahkan mengencerkannya, kalian mengurangi kekuatan penopang itu, sehingga es dapat mengalir lebih cepat," kata ahli glasiologi di University of California San Diego.



Simak Video "NASA Tunda Peluncuran Roket SpaceX Elon Musk"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)