Misteri Fenomena Langit Merah di Jepang Terkuak Setelah 1.400 Tahun

Misteri Fenomena Langit Merah di Jepang Terkuak Setelah 1.400 Tahun

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 07 Apr 2020 06:03 WIB
fenomena langit merah di jepang
Ilustrasi Fenomena Langit Merah di Jepang yang Terkuak Setelah 1.400 Tahun Foto: SciTechDaily
Jakarta -

1.400 tahun yang lalu, muncul fenomena langit berwarna merah yang menghiasi langit malam di Jepang. Saksi mata saat itu mendeskripsikan fenomena tersebut berbentuk seperti ekor ayam pegar dan terlihat seperti kipas yang terdiri dari bulu-bulu berwarna merah.

Sejak event tersebut, ilmuwan telah mempelajari catatan dari saksi mata yang ditulis pada tahun 620 dan memperkirakan apa fenomena yang sebenarnya terjadi saat itu. Kini, peneliti dari National Institute of Polar Research sepertinya telah menemukan jawabannya.

"Ini bisa jadi aurora merah yang muncul saat badai magnet," kata peneliti dari National Institute of Polar Research, Ryuho Kataoka seperti dikutip detikINET dari SciTechDaily, Selasa (7/4/2020).

"Namun, alasan yang meyakinkan belum tersedia, walau deskripsi ini telah sangat terkenal di kalangan orang Jepang sejak lama," sambungnya.

Menurut Kataoka, dugaan bahwa fenomena ini merupakan aurora sedikit mengganjal karena aurora tidak terlihat seperti ekor ayam pegar. Fenomena langit ini biasanya terlihat seperti pita yang bergelombang di angkasa.

Ada juga peneliti yang menduga fenomena merah ini dihasilkan oleh komet yang melintas. Tapi komet jarang ditemukan muncul dengan warna merah.

Untuk lebih memahami fenomena ini, Kataoka dan timnya mengubah sudut pandang mereka. Pada tahun 620, garis lintang magnet di Jepang adalah 33 derajat, bandingkan dengan 25 derajat seperti saat ini.

Fenomena ekor merah ini muncul dengan panjang sekitar 10 derajat, lokasinya kurang lebih sama dengan area yang terdampak badai magnet yang sangat kuat.

"Penemuan terbaru menunjukkan bahwa aurora bisa berbentuk seperti 'ekor ayam pegar' terutama saat badai magnet besar. Ini artinya fenomena tahun 620 kemungkinan besar merupakan aurora," kata Kataoka.

Ayam pegar merupakan binatang yang signifikan dalam budaya Jepang karena dianggap sebagai pembawa pesan dari surga. Menurut Kataoka kemungkinan ekor ayam pegar digunakan untuk mendeskripsikan wujud fenomena ini datang dari surga.

Selanjutnya, Kataoka dan timnya akan terus mempelajari referensi literatur kuno untuk relevansi sains modern.

"Ini merupakan contoh yang berhasil dan menarik bahwa ilmu modern bisa diuntungkan dengan emosi Jepang kuno yang ditimbulkan ketika penampilan mengejutkan mengingatkan mereka kepada burung yang familiar," ujar Kataoka.

"Kami berharap akan terus menjelajahi kolaborasi ini antara sains dan literatur," pungkasnya.



Simak Video "Yuk Simak Proses Ilmiah Terbentuknya Aurora!"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)