Mengenal Charles Darwin, Pencetus Teori Evolusi yang Disalahpahami

Mengenal Charles Darwin, Pencetus Teori Evolusi yang Disalahpahami

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 12 Mar 2020 07:03 WIB
Charles Darwin
Charles Darwin, ahli biologi yang tertarik dengan dunia evolusi mahluk hidup. (Foto: iStock)
Jakarta -

Nama Charles Robert Darwin sudah cukup dikenal bukan? Ia adalah seorang ahli biologi yang terkenal lewat teori evolusi yang ia miliki.

Jika bicara teori Darwin, banyak kesalahpahaman yang terjadi seperti misalnya penyataan 'manusia berasal dari kera'. Pertanyaannya, apakah benar Darwin pernah mengatakannya? Faktanya, tidak. Dari sana saja masih banyak tanda tanya dalam teori tersebut.

Dikutip dari Biography, yuk detikers kita mengenal lebih jauh soal Charles Darwin.

Kehidupan Charles Darwin dimulai pada lahirnya ia di tanggal 12 Februari 1809 pada kota kecil Shrewsbury, Inggris. Ia adalah anak ke-5 dari enam bersaudara.

Sejak kecil, Darwin sudah menunjukkan ketertarikannya pada alam. Ayahnya Dr RW Darwin adalah doktor kedokteran, kakeknya Dr Eramus Darwin adalah seorang ahli botani. Sementara ibunya, Susanna meninggal dunia saat ia berusia 8 tahun.

Di 1825, pada usia 16 tahun Darwin memulai kehidupan kuliah di University of Edinburgh bersama saudaranya Eramus. Dua tahun kemudian ia menjadi murid di Christ's College, Cambridge.

Meski sang ayah mengharapkan ia mengikuti jejak kariernya, Darwin lebih memilih mempelajari sejarah alam. Ketika Darwin berada di Christ's College, profesor botani John Stevens Henslow menjadi mentornya. Setelah Darwin lulus dari Christ's College dengan gelar sarjana pada tahun 1831, Henslow merekomendasikannya untuk posisi naturalis di HMS Beagle.

Dipimpin oleh Kapten Robert FitzRoy, mereka melakukan perjalanan survei lima tahun di seluruh dunia. Perjalanan akan membuktikan kesempatan seumur hidup bagi naturalis muda pemula. Pada tanggal 27 Desember 1831, HMS Beagle meluncurkan pelayaran keliling dunia bersama Darwin. Selama perjalanan, Darwin mengumpulkan berbagai spesimen alami, termasuk burung, tanaman, dan fosil.

Sekembalinya ke Inggris pada tahun 1836, Darwin mulai menulis temuannya di Journal of Researches. Perjalanan ini memiliki efek monumental pada pandangan Darwin tentang sejarah alam. Dia mulai mengembangkan teori revolusioner tentang asal usul makhluk hidup yang berjalan bertentangan dengan pandangan populer naturalis lain pada saat itu.