Penampakan Lubang Hitam Berjarak 30 Ribu Tahun Cahaya

Penampakan Lubang Hitam Berjarak 30 Ribu Tahun Cahaya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 08 Mar 2020 06:00 WIB
Lubang Hitam
Semburan sinar X dari lubang hitam MAXI J0637-043. Foto: NASA
Houston -

Pesawat angkasa OSIRIS-REx milik NASA ditujukan untuk meneliti asteroid bernama Bennu yang berada dekat Bumi. Namun tanpa sengaja, ia juga menjepret lubang hitam di antariksa nun jauh di sana.

OSIRIS-REx mengorbit pada asteroid tersebut dan nantinya akan mengambil sampel materialnya untuk dikirim ke Bumi. Saat berfokus pada asteroid, instrumen Regolith X-Ray Imaging Spectrometer (REXIS) menangkap sinar X dari sebuah obyek.

Berjarak 30 ribu tahun cahaya, penelitian lebih lanjut memastikan obyek bersangkutan merupakan lubang hitam. Apalagi beberapa perangkat lain juga menangkap penampakan yang sama dalam jarak beberapa hari, termasuk teleskop Neutron Star Interior Composition Explorer (NICER).

Dikutip detikINET dari New York Post, lubang hitam tersebut dinamakan sebagai MAXI J0637-043. "Pengecekan kami menunjukkan tidak ada obyek dalam posisi tersebut yang sudah dikatalog," cetus Branden Allen, ilmuwan universitas Harvard.

REXIS adalah instrumen yang didesain untuk mengukur sinar X yang dipancarkan asteroid Bennu. Tujuan utamanya adalah digunakan para mahasiswa untuk mempersiapkan mereka menjadi ilmuwan masa depan. Kali ini, mahasiswa malah menemukan lubang hitam.

"Kami melatih mahasiswa kami tentang bagaimana membuat dan mengoperasikan instrumen antariksa. Tapi malah pelajaran terbesarnya adalah agar selalu terbuka untuk menemukan sesuatu yang tak terduga," kata profesor MIT, Richard Binzel.

Misi pesawat OSIRIS-REx sendiri masih akan berlangsung bertahun-tahun dalam mengamati asteroid Bennu. Ditargetkan pada tahun 2023, ia akan kembali ke Bumi dengan membawa sampelnya.



Simak Video "Catat! Asteroid Sebesar Bukit Bakal Lintasi Bumi 29 April 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)