Rabu, 26 Feb 2020 18:14 WIB

Temuan Mengejutkan Soal Letusan Dahsyat Gunung Toba

Agus Tri Haryanto - detikInet
Danau Toba, Sumatera Utara Danau Toba. Foto: Sri Anindiati Nursastri
Jakarta -

Sebuah studi terbaru mengungkapkan fakta anyar yang cukup mengejutkan terkait letusan dahsyat Gunung Toba purba yang terjadi pada 74 ribu tahun silam.

Sebelumnya, ahli paleontologi mengatakan populasi manusia yang tinggal di wilayah Asia musnah akibat letusan gunung berapi yang berlokasi di Sumatera Utara itu, yang sekarang menjadi Danau Toba.

Namun berdasarkan studi yang dilakukan oleh para ilmuwan, seperti dikutip UPI, Rabu (26/2/2020), pernyataan ahli tersebut terbantahkan. Manusia pada saat itu mampu bertahan di wilayah Asia, di tengah letusan besar.

Awalnya, ilmuwan melakukan analisis terhadap bukti-bukti populasi manusia dan perubahan iklim di seluruh catatan stratigrafi, seperti di batuan dan lapisan sedimen yang berumur lebih dari 80 ribu tahun dari situs penggalian di Son Valley Dhaba, India bagian Utara.

Hasilnya, artefak pada batuan tersebut menunjukkan manusia di sana memanfaatkan alat middle palaeolithic sebelum letusan Toba terjadi.

"Meskipun abu Toba pertama kali diidentifikasi di Son Valley pada tahun 1980-a, sampai sekarang tidak bukti arkeologis yang terkait, sehingga situs Dhaba mengisi celah kronologis yang besar," ujar Peneliti J.N. Pal, seorang profesor sejarah kuno dan areologi di Universitas Allahabad.

Sebelumnya, ilmuwan meyakini hanya Homo Sapiens di Afrika yang mampu bertahan dari letusan Gunung Toba karena peralatan dan tingkat adaptasi yang superior. Mereka diperkirakan baru datang ke Asia sekitar 60 ribu tahun silam.

Nah, hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Communications mengatakan bahwa Homo sapiens sudah datang ke Asia jauh lebih awal. Dan seperti di Afrika, mereka juga mampu selamat dari letusan Gunung Toba.

"Populasi di Dhaba memakai peralatan mirip dengan yang dipakai di Afrika di saat yang sama. Fakta bahwa alat itu tidak lenyap sewaktu erupsi super Toba atau berubah secara dramatis mengindikasikan bahwa populasi manusia survive dari bencana itu," sebut salah seorang peneliti, Chris Clarkson dari University of Queensland.

Meskipun letusan Gunung Toba sangat dahsyat, diperkirakan 5.000 kali lebih besar dari letusan Gunung St. Helen pada 1980-an, temuan terbaru ini juga mengungkap kejadian itu tidak memicu perubahan iklim secara berkepanjangan.

Temuan Mengejutkan Soal Letusan Dahsyat Gunung Toba


Simak Video "Wisata Kebun Mangga, Simalungun"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)