Jumat, 06 Sep 2019 20:20 WIB

India Mau Mendarat di Bulan, Indonesia Kapan?

Rachmatunnisa - detikInet
1 Beda India dan Indonesia dalam Antariksa
Halaman 2 dari 3
Foto: DPA Foto: DPA

Keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPEK) keantariksaan adalah kebanggaan bangsa. Bahkan Presiden pertama Indonesia Sukarno pernah mengatakan, untuk menjadi bangsa yang maju, harus menguasai teknologi antariksa dan nuklir. Bagaimana pendapat Thomas mengenai hal ini?

"Semestinya Indonesia seperti itu. Tapi kita biasanya punya skala prioritas. Ada skala-skala prioritas yang kemudian dengan anggaran terbatas, jadinya dibagi-bagi," sahutnya.


Di India, karena menganggap bahwa bidang keantariksaan sudah menjadi teknologi yang membantu berbagai sektor, maka dukungan anggaran tersebut sangat kuat karena disokong adanya kebutuhan dari berbagai sektor yang membutuhkan teknologi antariksa.

"(Teknologi keantariksaan) untuk pertanian, kehutanan, kebencanaan, tata ruang, dan lain-lain. Jadi semua sektor itu, kemudian program-program itu banyak yang diluncurkan oleh sektor-sektor tersebut, kemudian badan antariksa India yang kemudian melaksanakan," urainya.

Hingga saat ini, misi ke Bulan dan mengirim astronot memang dilihat sebagai pencapaian tertinggi badan antariksa sebuah negara. Menurut Thomas, tantangan terbesar bagi sebuah badan antariksa nasional sesungguhnya adalah mencapai atau mengirimkan misi pada jarak yang paling jauh, tapi kemudian masih bisa memberikan data yang akurat. Karena dengan pencapaian tersebut, memperlihatkan tingkat teknologinya memang sudah sangat tinggi.



"Sebut saja kemampuan Indonesia baru bisa membuat satelit yang mengorbit pada ketinggian 600 km. Negara lain ada yang sudah sampai tingginya 36 ribu km, ada lagi yang sudah bisa mencapai Bulan atau Mars. Semakin jauh, semakin berat tantangannya, tentu membutuhkan kemampuan teknologi yang lebih canggih," terangnya.

(Halaman selanjutnya: Antariksa Indonesia Dibandingkan Malaysia, Singapura)

(rns/krs)