Kamis, 22 Agu 2019 11:32 WIB

Teori Penyebab Ratusan Orang Tewas di Danau Terpencil Himalaya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Danau Roopkund. Foto: Wikimedia Commons Danau Roopkund. Foto: Wikimedia Commons
Jakarta - 'Danau Kerangka' atau 'Danau Misteri'. Itulah sebutan untuk danau Roopkund yang berlokasi di Himalaya wilayah India. Ada sekitar 800 kerangka manusia di sana yang sampai saat ini belum terjawab apa penyebab kematian mereka.

Berada di ketinggian sekitar 5.020 meter, danau dengan kedalaman 2 meter ini dikelilingi gletser dan pegunungan es, tidak ada habitat manusia di sana. Kerangka yang ditemukan berada di tepiannya. Saat ini, daerah tersebut menjadi tujuan turis yang gemar petualangan atau trekking.

Sejak abad ke-19, kabar tentang Danau Kerangka ini sudah berseliweran. Pada tahun 1942, penjaga taman nasional Nada Devi bernama Hari Kishan Madwall menemukannya. Kerangka tampak bermunculan saat es di danau mencair.

Awalnya, teori menyebutkan para korban ini adalah tentara Jepang yang bersembunyi lalu celaka. Tapi usia kerangka jauh lebih tua dibanding masa invasi Jepang sehingga teori itu mentah.

Ahli genetik dari Manvendra Singh at the Center for Cellular and Molecular Biology di India kemudian mengindikasikan 70% kerangka ada kaitannya dengan warga Iran dan sisanya warga lokal.




Teori baru pun muncul, bahwa mereka adalah sekelompok orang Iran dibantu warga lokal, sedang mencari tempat tinggal baru. Studi lanjutan menyebut mereka meninggal dunia di sekitar tahun 800.

Adapun cerita dari legenda lokal mengisahkan mereka adalah raja dan istrinya yang hamil, Rani Balampa, bersama para pelayan dan penari, yang berziarah ke kuil dewi Nanda Devi. Kemudian datanglah badai dan batu besar berjatuhan sehingga mereka semua meninggal dunia.

Penelitian pada kerangka itu memang memastikan penyebab kematian yang umum, yaitu luka parah di kepala karena obyek yang jatuh dari atas. Para peneliti lantas menyimpulkan para manusia malang itu mendadak terjebak badai dan tak dapat selamat. Mungkin juga mereka tersesat di sana.
Teori Penyebab Ratusan Orang Tewas di Danau Terpencil HimalayaFoto: Wikimedia Commons

Tapi studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications membuat misteri di danau itu malah makin membingungkan. Riset itu menganalisa 38 kerangka. Ada 23 orang keturunan Asia Selatan, tapi mereka meninggal secara sporadis dalam satu atau beberapa event berbeda antara tahun 700 sampai 1000.

Anehnya, 14 korban meninggal dalam peristiwa terpisah dalam jarak waktu begitu jauh, yaitu di sekitar tahun 1800. Dan yang lebih aneh, mereka bukan dari Asia Selatan melainkan Mediterania. Tepatnya dari Yunani dan Kreta. Tidak ada satupun dari kerangka yang diteliti punya hubungan satu sama lain.

Jadi, kenapa ada sekelompok orang dari Mediterania sampai ada di sana dan apa penyebab mereka tewas? Para periset belum dapat mengetahuinya.

"Kehadiran individu dengan keturunan yang diasosiakan dengan Mediterania timur mengindikasikan bahwa danau Roopkund bukan hanya area yang menarik warga lokal, akan tetapi menarik pula pengunjung dari seluruh dunia," kata ahli evolusi biologi Harvard, Eadoin Harney.

Ratusan orang itu ternyata tiba di waktu yang berbeda-beda dan mungkin kelompok yang berbeda pula. Riset lanjutan mungkin bisa menjelaskan apa yang begitu menarik di danau itu dan apa yang menyebabkan para pengunjung banyak yang meninggal dunia di waktu terpisah.




"Masih belum jelas apa yang membawa para individu itu ke danau Roopkund atau bagaimana mereka meninggal. Kami berharap studi ini dilanjutkan analisis lain mengenai situs misterius ini," ujar Niraj Rai, ilmuwan dari Birbal Sahni Institute of PalaeosciencesRai.

Katleen Morisson, kepala departemen arkeologi University of Pennsylvania menyebutkan bisa saja karena satu dan lain hal, orang asing yang berkunjung ke tempat itu dikumpulkan di danau oleh orang setempat dan terjadi sesuatu yang membuat mereka meninggal dunia.

"Saya kira mereka dikumpulkan di sana, bahwa orang lokal membawa mereka ke danau itu. Ketika Anda melihat banyak kerangka manusia, biasanya itu adalah kuburan massal," begitu teorinya.




Simak Video "Ada Keju Sekeras Batu"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/krs)