Jumat, 21 Jun 2019 09:12 WIB

Lubang Hitam Disebut Bisa Sokong Kehidupan

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi lubang hitam. Foto: NASA Ilustrasi lubang hitam. Foto: NASA
Jakarta - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Harvard University memberi definisi baru mengenai apa itu zona layak huni bagi planet, atau biasa disebut zona Goldilock. Itu merupakan istilah untuk menyebut suatu kawasan di sekitar Bintang dengan temperatur yang memungkinkan adanya air dalam bentuk cair di permukaan planet.

Tim dari Harvard tersebut mengatakan bahwa bukan cuma Bintang yang dapat menjadi pusat sebuah zona Goldilock. Sebuah lubang hitam, menurut mereka, juga bisa menjadi penyokong kehidupan bagi planet.




Argumen mereka berangkat dari kumpulan gas dan debu luar angkasa berbentuk piringan yang memutari lubang hitam bernama active galactic nuclei (AGN). Objek tersebut dapat memancarkan radiasi dan cahaya dalam jumlah yang sangat besar.

"Orang-orang kebanyakan berbicara mengenai efek berbahaya dari lubang hitam. Kami ingin menguji ulang seberapa bahaya radiasi itu, dan menantang diri kami sendiri apakah ada sisi positif dari situ," ujar Manasvi Lingam yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Untuk melakukannya, tim peneliti tersebut membuat model komputer dari AGN agar dapat mengidentifikasi zona goldilock di sekitar lubang hitam. Jika sebuah planet berada di posisi yang tepat, mereka berpendapat bahwa atmosfernya tidak akan rusak.

Sejalan dengan itu, radiasi AGN dapat memecah molekulnya menjadi komponen penyokong kehidupan. Tak hanya itu, cahaya dari AGN juga disebut dapat memfasilitasi kegiatan fotosintesis, sebagaimana detikINET kutip dari Futurism, Kamis (20/6/2019).




Riset mereka ini benar-benar mendobrak anggapan umum mengenai lubang hitam dalam konteks zona Goldilock. Pasalnya, selama ini, para peneliti berasumsi bahwa radiasi dari AGN akan menghancurkan atmosfer tiap planet di dekatnya.

Hal tersebut menyebabkan lubang hitam malah menghasilkan zona kematian, bukannya mendukung zona Goldilock.

Balik lagi soal penelitian dari tim Harvard, mereka juga menganggap bahwa asumsi umum itu terlalu berlebihan. Mereka menyebut bahwa ada batas tertentu agar sebuah planet tidak dirusak oleh lubang hitam.

Sebelumnya, disebutkan bahwa lubang hitam seukuran Sagittarius A* akan menghancurkan atmosfer dari planet dengan ukuran mirip Bumi dalam jarak 3.200 tahun cahaya. Sekadar info, Sagittarius A* yang berada di galaksi Bima Sakti merupakan objek terang yang disebut-sebut menyimpan lubang hitam.

False image yang merekam lubang hitam untuk pertama kali.False image yang merekam lubang hitam untuk pertama kali. Foto: EHT



Terkait dengan hal tersebut, tim dari Harvard menyatakan bahwa kerusakan tersebut hanya dapat menjangkau jarak 100 tahun cahaya saja. Jika planet berada lebih jauh dari situ, maka atmosfernya tidak akan hancur oleh radiasi dari lubang hitam.

Laporan dari penelitian ini sendiri sudah diterbitkan dalam Astrophysical Journal. Menarik untuk ditunggu apakah ke depannya dapat dibuktikan bahwa lubang hitam benar-benar mampu menyokong kehidupan atau tidak.


(mon/krs)