Jumat, 24 Mei 2019 20:06 WIB

Juli, India Terbang ke Bulan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Ian Forsyth/Getty Images Foto: Ian Forsyth/Getty Images
Jakarta - India sedang bersiap menjadi negara berikutnya yang mendarat di Bulan. Badan antariksa India (Indian Space Research Organization/ISRO) mengumumkan misi ke Bulan diluncurkan Juli mendatang.

Misi yang dinamakan Chandrayaan 2 ini dijadwalkan meluncur tanggal 9 hingga 16 Juli. India bakal mengerahkan roket terkuatnya, Geosynchronous Satellite Launch Vehicle Mk.3, yang mau mengangkasa dari pusat peluncuran di Pulau Sriharikota di utara kota Chennai.

Chairman ISRO Kailasavadivoo Sivan mengatakan, ini misi paling rumit dan menantang yang akan diluncurkan ISRO. Jika misi ini berjalan sukses, India bisa menjadi negara keempat yang mendarat di permukaan Bulan setelah Rusia, Amerika Serikat, dan China -- ada pula Israel yang serius membidik predikat tersebut.

"Ini bukan hanya misi peluncuran. Kami akan mendarat tepat di tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya," kata Sivan seperti dikutip detikINET dari Spaceflight Now, Jumat (24/5/2019).




"Ini menantang bagi seluruh tim ISRO. Saya tidak ragu bahwa tim ISRO akan mencapai target misi ini, dengan presisi yang kita targetkan," sambungnya.

Jika peluncuran Chandrayaan 2 sesuai jadwal, maka diperkirakan wahana antariksa ini mendarat di permukaan Bulan pada tanggal 6 September. Chandrayaan 2 diproyeksikan mendarat di area yang belum pernah disentuh oleh misi-misi menuju Bulan lainnya.

Area pendaratan yang ditargetkan berada sekitar 350 kilometer dari tepi cekungan Kutub Selatan-Aitken. Area ini dipercaya sebagai salah satu lokasi tumbukan paling tua di tata surya, yang terbentuk saat asteroid besar atau komet menabrak Bulan miliaran tahun lalu.




Misi Chandrayaan 2 terdiri dari tiga segmen yaitu modul orbiter yang akan memandunya untuk mencapai Bulan, wahana pendarat bernama Vikram yang akan turun ke permukaan Bulan dan kendaraan penjelajah yang bernama Pragyan. Secara total misi ini menelan biaya hingga USD 125 juta (Rp 1,8 triliun).

Wahana pendarat Vikram dan orbiter telah dilengkapi dengan lima muatan yang berisi instrumen ilmiah. Instrumen tersebut antara lain spectrometer, radar, sensor plasma dan kamera. Selain itu ada juga instrumen buatan NASA yang berguna untuk mengukur jarak antara Bumi dan Bulan dengan presisi.

Sedangkan robot penjelajahnya telah dilengkapi dengan instrumen seperti spectrometer sinar-X partikel alfa dan spectroscope laser. Instrumen-instrumen ini akan membantu Pragyan untuk meneliti material kuno yang dilontarkan ketika cekungan tersebut tercipta. Data dari penelitian ini diharapkan dapat memberi petunjuk tentang awal mula tata surya.

Ini bukan pertama kalinya India melucurkan misi antariksa ke Bulan. Pada tahun 2008, ISRO meluncurkan orbiter Bulan pertamanya yang dinamakan Chandrayaan 1. Salah satu pencapaian orbiter ini adalah penemuan molekul yang mengandung air di kutub Bulan.


(vim/krs)