Minggu, 12 Mei 2019 05:09 WIB

Ilmuwan Mulai Pikirkan Cara Bikin Koloni Bawah Tanah di Bulan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Ilustrasi tempat tinggal manusia di Bulan dari Lembaga antariksa Eropa. (Foto: ESA) Ilustrasi tempat tinggal manusia di Bulan dari Lembaga antariksa Eropa. (Foto: ESA)
Jakarta - Badan antariksa seperti NASA telah mengumumkan ambisi untuk membawa manusia menuju Bulan dan menetap di sana. Perusahaan seperti SpaceX dan Blue Origin juga telah lama bermimpi untuk membangun koloni manusia di Bulan.

Akan tetapi, ada satu masalah yang mungkin menghalangi ambisi ini menjadi kenyataan. Secara teori, kondisi di Bulan yang sangat ekstrem bisa mengharuskan manusia untuk tinggal di struktur khusus yang bisa menjaga tekanan atmosfer di ruang vakum. Selain itu manusia di Bulan juga butuh perlindungan dari serangan meteor.

Sehubungan dengan itu, salah satu yang bisa menjadi solusi adalah dengan membangun koloni di bawah permukaan Bulan. Para teknisi pun ikut tertarik dengan misi kolonisasi Bulan ini dan ingin mengembangkan mesin bor terowongan khusus untuk digunakan di Bulan.




"Jadi setiap rencana untuk memiliki habitat di Bulan meliputi membuat parit, membuat struktur dan menutupinya dengan semacam regolith, yang merupakan tanah di Bulan," kata Director of the Earth Mechanics Institute Jamal Rostami seperti dikutip detikINET dari Phys, Sabtu (11/5/2019).

"Ide kami adalah untuk benar-benar mulai di bawah tanah, menggunakan mekanisme yang sudah kami gunakan di Bumi, mesin bor terowongan, untuk membuat bukaan untuk membuat habitat atau mengubungkan koloni," sambungnya.

Rostami mengatakan bahwa hasil analisis dari gambar permukaan Bulan menunjukkan tabung lava yang mampu menampung kota-kota besar di bawah tanah.




Namun demikian, untuk mewujudkan koloni bawah tanah ini bukan perkara gampang. Untuk membawa bor terowongan raksasa tersebut menjadi masalah utama yang harus dihadapi oleh ilmuwan, karena biaya mengantarkan kargo menuju Bulan masih sangat mahal dan mesin bor yang ada memiliki bobot hingga ratusan ton.

Belum lagi masalah bagaimana cara mentenagai bor ini. Karena mesin bor dengan diameter empat meter saja membutuhkan energi sebesar 2.000 kilowatt.

"Kami harus mengubah desainnya, di mana semua komponennya sudah dioptimalkan, bobotnya lebih ringan dan bisa bekerja dengan lebih baik," pungkasnya.

Ilmuwan Mulai Pikirkan Cara Bikin Koloni Bawah Tanah di Bulan
(vim/krs)