Senin, 08 Apr 2019 10:42 WIB

Temuan Anyar Gambarkan Kengerian Masa Depan Bumi

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Apakah Bumi akan mengalami masa depan yang mengerikan seperti ini? Foto: Internet Apakah Bumi akan mengalami masa depan yang mengerikan seperti ini? Foto: Internet
Jakarta - Sekitar lima miliar tahun dari sekarang, Matahari akan menjadi sangat besar hingga sanggup menelan planet-planet terdekatnya. Bisa dibilang setidaknya menurut kacamata sains, itu akan menjadi akhir yang sangat panas, dan mengerikan, bagi Planet Biru ini.

Lalu, apa yang akan terjadi pada Matahari setelah memangsa planet-planet di dekatnya? Penelitian terbaru menunjukkan bahwa suhu Matahari akan turun dan ukurannya pun juga bakal mengecil.


Dengan kata lain, hal tersebut akan membuat Matahari menjadi bintang kerdil putih yang dingin. Setelahnya, secara perlahan-lahan ia akan berubah menjadi kristal putih yang melayang di angkasa.

Lantas, apa yang bakal terjadi pada sistem Tata Surya setelah kehilangan Matahari dan sejumlah planetnya? Temuan terbaru memberikan sedikit petunjuk terhadap misteri tersebut.

Para peneliti menemukan sinar pucat yang dihasilkan oleh bintang kerdil putih dengan jarak 410 tahun cahaya dari Bumi. Mengelilingi bintang tersebut adalah objek luar angkasa dengan inti metal yang diprediksi sempat menjadi sebuah planet.

Bintang yang baru ditemukan itu memiliki nama SDSS J122859.93+104032.9. Agar lebih singkat, para peneliti menyebutnya sebagai 1228, sebagaimana detikINET kutip dari The Sydney Moring Herald, Senin (8/4/2019).

Christopher Manser, astrofisikawan dari University of Warwick, Coventry, Inggris, adalah orang pertama yang memberikan gambaran mengenai 1228 beberapa tahun lalu. Hal ini lantaran objek tersebut tampak memiliki cincin puing yang mengitarinya.

Objek itu sendiri memiliki masa orbit hanya dua jam. Dengan waktu sependek itu, ia tentunya memiliki jarak yang sangat dekat dengan bintangnya.


Supaya lebih terbayang, mari bandingkan jaraknya dengan planet di Tata Surya. Agar bisa mencapai waktu orbit sependek itu, Merkurius harus berada di dalam atmosfer Matahari. Bayangkan betapa panasnya berada di planet dengan kondisi seperti itu.

Lebih lanjut, 1228 juga disebutkan memiliki ukuran setara dengan Matahari ketika masih hidup. Lalu, setelah mati, ia berubah menjadi bintang kerdil putih dengan ukuran hanya 1% dari Matahari.

Dengan begitu, para peneliti pun juga memprediksi objek yang mengitari 1228 sebelumnya pun adalah planet dengan ukuran lebih besar. Intinya diprediksi terbuat dari besi, dan struktur permukaannya berbatu.

Sekadar info, sistem Tata Surya juga punya objek serupa bekas planet itu. Ia adalah asteroid 16 Psyche yang terbuat dari logam.


Ke depannya, para peneliti berharap dapat menemukan sistem bintang seperti ini lagi. Pasalnya, bekas planet seperti itu diprediksi bisa mendukung adanya kehidupan selama miliaran tahun jika berada di zona layak huni terhadap bintangnya.

Dengan adanya temuan ini, itu berarti Bumi akan sangat mungkin memiliki nasib yang sama dengan objek di dalam sistem bintang tersebut. Walau demikian, untuk mengetahui hal tersebut, kita sepertinya masih harus bertahan hidup hingga lima miliar tahun lagi. (mon/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com