Kamis, 07 Jun 2018 12:10 WIB

Ternyata Petir di Jupiter Kembar dengan di Bumi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi penyebaran petir di planet Jupiter. Foto: NASA Ilustrasi penyebaran petir di planet Jupiter. Foto: NASA
Jakarta - Peneliti baru-baru ini menemukan fakta terbaru terkait Jupiter. Planet terbesar di Tata Surya ini ternyata mengalami badai petir dengan intensitas yang jauh lebih sering terjadi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sekitar 40 tahun lalu, bukti pertama petir di Jupiter berhasil dideteksi oleh pesawat antariksa nirawak Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yaitu Voyager 1. Ketika itu, Voyager 1 mendeteksi adanya emisi radio frekuensi yang diduga dari petir di Jupiter.

Para ilmuwan pun mencoba mencari tahu kembali petir di Jupiter ini dengan memanfaatkan pesawat antariksa NASA Juno yang mengorbit di planet tersebut. Hasilnya, ilmuwan menemukan lebih dari 1.600 kali petir, di mana temuan ini hampir 10 kali lebih banyak dari yang ditemukan Voyager 1.



Mereka juga menemukan tingkat puncak dari empat sambaran petir per detiknya itu enam kali lebih tinggi dari puncak yang ditemukan Voyager 1.

"Petir di Jupiter bisa sama seringnya seperti yang terjadi di Bumi," ujar penulis utama studi Vana Kolmašová, dari Akademi Ilmu Pengetahuan Ceko di Praha, kepada Space, Kamis (7/6/2018).

"Mengingat perbedaan yang nyata di atmosfer antara Jupiter dan Bumi, orang mungkin menilai bahwa kesamaan yang kita lihat di badai mereka itu menarik," sebut penulis studi lainnya, William Kurth dari University of Iowa.

Peneliti memeriksa data dari Juno dan untuk pertama kalinya mendeteksi gelombang radio dari petir atau ribuan kali frekuensi lebih tinggi daripada yang sebelumnya terlihat.

"Seperti yang kita duga, petir Jupiter mungkin tidak berbeda dari petir yang terjadi di Bumi," ucap Kurth.



Soal distribusi petir di Jupiter, ilmuwan ini melihat peristiwa itu sering terjadi di daerah kutub ketimbang di wilayah khatulistiwa. Hal ini berbanding terbalik dengan yang terjadi di Bumi.

Bila dirinci lagi, belahan Jupiter sebelah utara lebih sering terjadinya petir ketimbang dengan belahan yang ada di selatan planet. Terkait kenapa itu bisa terjadi, peneliti masih belum mengetahuinya. Laporan mengenai petir di Jupiter ini ditulis dan diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed