Selasa, 05 Jun 2018 19:10 WIB

China Siap Bangun Stasiun Antariksa Saingan ISS

Virgina Maulita Putri - detikInet
International Space Station. Foto: (AFP/Getty Images) International Space Station. Foto: (AFP/Getty Images)
Jakarta - China telah menegaskan rencananya untuk membangun stasiun luar angkasa. Komitmen China ini berbanding terbalik dengan nasib International Space Station (ISS) yang pendanaannya akan diputus pada tahun 2025.

Stasiun luar angkasa China ini diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2022. Stasiun luar angkasa yang dinamai China Space Station (CSS) merupakan inti dari kerjasama antara United Nations for Outer Space Affairs (UNOOSA) dan China's Manned Space Agency (CMSA).

Kedua organisasi ini sebelumnya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang memungkinkan peneliti, universitas, institusi publik dan perusahaan swasta dari negara-negara anggota PBB untuk mendaftar dan mendapat kesempatan untuk melakukan penelitian di CSS.



CSS juga diharapkan dapat memperkuat kemitraan internasional dan kerjasama untuk melakukan eksplorasi luar angkasa. "China Space Station bukan hanya milik China tapi juga seluruh dunia," kata perwakilan Cina ke PBB, Shi Zhongjun, seperti dikutip detikINET dari ZDNet, Selasa (5/6/2018).

"Luar angkasa harus menjadi domain baru untuk mempromosikan kepentingan bersama semua orang, daripada menjadi medan tempur baru untuk kompetisi dan konfrontasi. Dibimbing oleh ide masa depan bersama, CSS akan menjadi rumah bersama untuk seluruh manusia di luar angkasa," tambah Zhongjun.

Pendekatan China yang mengizinkan negara lain untuk memanfaatkan CSS berbanding terbalik dengan Amerika Serikat yang melarang China untuk menggunakan ISS.

Masa depan ISS saat ini juga terancam, karena keputusan Presiden Donald Trump yang menjadikan perjalanan ke Bulan dan Mars sebagai prioritas. Pergantian prioritas tersebut berdampak pada dihentikannya pendanaan ISS pada tahun 2025. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed