Di tempat berbeda, Stepan yang sesungguhnya, seorang anak berusia 12 tahun berambut cokelat dan bermata biru, duduk di depan komputer di rumahnya. Rupanya, melalui robot plastik itu, Stepan sebenarnya ikut belajar di kelas.
Dilansir Bangkok Post dan dikutip detikINET, Senin (24/01/2011), Stepan Supin, demikian nama lengkap bocah tersebut, menderita leukemia sejak dua tahun silam. Kekebalan tubuhnya terlalu rapuh dan sangat riskan jika dia pergi ke sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilengkapi dengan sebuah webcam, microphone dan pengeras suara, robot Stepan menyiarkan semua yang terjadi di kelas secara real time ke komputer Stepan asli di rumah.
"Layar yang terpampang di bagian depan robot memungkinkan Stepan terlibat dalam kegiatan di kelas. Dia bisa bertanya kepada guru atau menjawab pertanyaan," ujar salah satu guru Stepan bernama Alla Gevak.
"Kami juga memanggil robot itu dengan nama Stepan. Saat pelajaran dimulai, dia pun mengerjakan semua tugas yang diberikan sama seperti murid lainnya. Dia juga sangat aktif," tambahnya.
Stepan sendiri merasa bahwa dirinya benar-benar hadir di kelas, meski sebenarnya dia melakukan kontrol penuh pada pergerakan robot dari rumah. "Saya bisa mengubah kecepatan robot, menggerakkan kepalanya ke kiri atau kanan. Saya merasa berada di antara teman-teman dan guru," kata Stepan.
(rns/ash)