Saat bocah itu divonis memiliki penyakit sindrom Duchenne atau kelainan genetik yang menyebabkan kelemahan pada otot, ia juga dikabarkan tidak bisa mendapatkan transplantasi jantung. Guna menyelamatkannya, dokter bedah pun memutuskan untuk menggunakan jantung buatan.Β
Dikutip detikINET dari Daily Mail, Senin (4/10/2010), dokter Antonio Amodeo melakukan operasi itu di rumah sakit anak-anak Bambino Gesu di Roma, Italia. Para pejabat rumah sakit berharap dengan jantung buatan tersebut dapat memberikan waktu 20-25 tahun bagi anak itu untuk hidup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baterainya sendiri diposisikan di belakang telinga kiri dan terhubung dengan sabuk pasien yang berfungsi mengisi daya sama seperti ponsel.
"Ini adalah pertama kalinya alat tersebut digunakan oleh anak-anak yang akan memberinya hidup lebih lama lagi," tutupnya. (feb/ash)