"Ketika kamu memanggilnya, ia akan membuka mata dan melihat sekitar," tukas salah satu penghuni panti jompo Toyoura di Tsukaba, Jepang, ketika menilai robot bernama Paro tersebut.
Paro dikembangkan oleh National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST) dan telah tercatat oleh Guinness World Records sebagai robot
terapis terbaik sedunia pada tahun 2002.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di rumah perawatan lainnya, robot anjing laut tersebut tidak hanya membantu delapan pasien untuk lebih banyak berbicara, tetapi juga membantu dalam berbagai macam kegiatan para lansia. Topik seperti gosip dan penyakit yang semula sering diperbincangkan para pasien dan perawat kini berubah dengan obrolan lucu mengenai Paro.
Paro pun harus bekerja ekstra. Semula ia hanya dihidupkan selama 15 menit, namun kini ia akhirnya diaktifkan selama 1 jam per hari.
Para peneliti AIST juga menunjukkan dengan adanya Paro sebagai terapis, gangguan gelombang otak pada penderita amnesia dan jumlah pasien yang sering berkeliaran berkurang. Yang akhirnya juga dapat mengurangi beban kerja perawat.
Dikutip detikINET dari Asahi, Senin (6/9/2010), dilengkapi dengan kecerdasan buatan, Paro mampu merspons secara berbeda setiap kali disapa. Ia mampu mengingat gerakan apa saja yang membuat majikannya senang. Paro sendiri mulai diciptakan dan diteliti sejak 1996 dan mulai dipasarkan sejak 2005.
"Paro belajar dari pengetahuan dan pengalaman orang-orang yang bermain dengannya. Ia juga memberikan makna lebih pada setiap gerakan," tandas Takanori Shibata yang memimpin proyek robot tersebut.
Selain di Jepang, penggunaan Paro sebagai terapis juga digunakan oleh Denmark. Negara tersebut rupanya telah memanfaatkan kehebatan Paro sejak November 2008 dan berencana untuk memperkenalkan 1.000 unit robot yang sama untuk membantu pemulihan para lansia dengan bantuan sebuah organisasi non-profit setempat. (feb/ash)