Adalah para peneliti dari Stanford Universiy yang mengembangkan baterai kertas tersebut. Caranya, lembaran kertas yang biasa kita jumpai, dilapisi dengan tinta khusus yang terbuat dari karbon nanotubes.
Dalam penelitian sebelumnya ditemukan bahwa silikon nanowire dapat digunakan untuk membuat baterai yang 10 kali lebih bertenaga dibanding bateri ion-lithium yang banyak digunakan saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harapan besar pun digantungkan pada baterai kertas ini. Jika penemuan ini sukses, jenis baterai ini dapat digunakan untuk mendayai kendaraan elektrik atau hybrid, karena bobotnya yang ringan dan lebih tahan lama. Mengingat bahwa selama ini ukuran serta daya tahan baterai memang masih menjadi kendala dalam menyuplai energi untuk mobil dan truk.
"Masyarakat sangat membutuhkan sumber energi yang murah namun memiliki kemampuan menyimpan energi yang jempolan," tutur Yi Cui, salah seorang anggota tim peneliti. Cui juga menegaskan bahwa baterai kertas ini dapat digunakan untuk mendayai berbagai perangkat elektronik.
Dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (9/12/2009), menurut Peidong Yang, profesor kimia di University of California-Berkeley, teknologi ini akan melenggang ke pasaran dalam waktu dekat. (faw/fyk)