Jumat, 29 Mar 2019 19:25 WIB

Review

Asus ZenScreen MB16AC, Monitor Portable yang Ringkas

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta - Mereka yang bergelut di bidang desain, editing video, atau programming kerap membutuhkan monitor tambahan untuk memperluas bidang kerja.

Tapi masalah hadir ketika harus melakukan perjalanan bisnis ke luar kota atau luar negeri. Monitor tambahan yang kerap digunakan harus ditinggal.




Itu dikarenakan umumnya monitor punya ukuran cukup besar, belum lagi bobotnya berat. Jelas sulit untuk membawanya ke mana-mana.

Keterbatasan itu coba dijawab Asus lewat ZenScreen MB16AC. detikINET berkesempatan menjajalnya selama beberapa pekan dan berikut ulasan singkatnya:

Desain

Asus ZenScreen MB16AC, Monitor Portable yang RingkasFoto: Adi Fida Rahman/detikINET


Awalnya tidak menyangka kalau ZenScreen MB16AC adalah sebuah monitor. Kami mengira ini adalah sebuah tablet.

Bayangkan saja ketebalan monitor ini hanya 8 mm. Sama tebalnya dengan sebuah pensil. Beratnya pun tidak sampai 1 kg. Jadi bisa disimpan dalam tas bareng laptop.

Secara desain pun monitor ini dibuat stylish. Bagian belakangnya mengusung tampilan seperti jajaran notebook Asus premium.

Asus melengkapinya dengan cover khusus. Tidak hanya melindungi, bisa digunakan untuk menyangga saat monitor ini digunakan.

Asus ZenScreen MB16AC, Monitor Portable yang RingkasFoto: Adi Fida Rahman/detikINET


Monitor ini hanya punya tiga tombol. Satu di bagian kanan yang merupakan tombol power. Dua di kiri untuk melakukan pengaturan tampilan layar.

Di samping tombol power terdapat lubang. Kita bisa memasukkan pena atau pensil untuk dijadikan penyangga monitor ini.

Di pinggiran bodi sebelah kiri kita menjumpai port USB type C. Ini digunakan untuk menghubungkan ke laptop. Fungsinya ganda, untuk data sekaligus daya.

Ya monitor ini tidak bisa mandiri. Dayanya disuplai dari notebook atau perangkat yang terhubung dengannya.

Asus ZenScreen MB16AC, Monitor Portable yang RingkasFoto: Adi Fida Rahman/detikINET

Tapi tidak perlu waswas baterai laptop kamu akan jadi cepat habis. Monitor ini tidak begitu menyedot banyak daya.

Sebagai tambahan jika notebook kamu tidak punya port USB Type C, tidak perlu khawatir karena Asus memberikan converter ke USB type A.

Layar

Ukuran ZenScreen MB16AC 15,6 inch punya rasio 16:9. Mengusung layar IPS dengan resolusi Full HD. Bezelnya dibuat tipis sehingga memberikan layar semakin lapang.

Asus ZenScreen MB16AC, Monitor Portable yang RingkasFoto: Adi Fida Rahman/detikINET


Asus menyediakan delapan mode yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi. Menariknya, monitor ini tidak saja menampilkan gambar dalam mode landscape, melainkan juga portrait.

Produksi warna monitor ini cukup baik. Saat digunakan dalam ruangan, tingkat kecerahannya oke, malah terasa lebih tinggi dari notebook yang kami digunakan.

Tapi kondisi berbeda saat dipakai di luar ruang dengan cahaya yang sangat terang. Layar ZenScreen MB16AC malah terasa redup. Kami coba memaksimalkan tingkat brightness, tetap tidak begitu berpengaruh.

Kesimpulan

ZenScreen MB16AC bisa menjawab kebutuhan monitor tambahan yang bisa dibawa mobile. Dimensinya yang tipis seperti tablet bikin mudah dimasukan dalam tas.

Bobotnya pun ringan, jadi tidak berat untuk dibawa ke mana-mana. Tampilannya yang stylish bikin menunjang saat melakukan presentasi.

Asus ZenScreen MB16AC, Monitor Portable yang RingkasFoto: Adi Fida Rahman/detikINET

Produksi warnanya oke baik untuk presentasi dan menampilkan video. Konon monitor ini cukup apik saat dipakai bermain game, walaupun kami tidak sempat mencoba ini.

Memang monitor ini tidak bisa dibilang sempurna. Saat menggunakannya di luar ruang memang kecerahan sedikit kurang. Tapi toh cukup jarang kita melakukan presentasi atau menggunakan dua monitor di luar ruang kan?

Asus telah memasarkan ZenScreen MB16AC di Indonesia. Monitor ini dibanderol seharga Rp 4 jutaan.


(afr/krs)