Senin, 12 Jan 2015 11:07 WIB

Sosok

Dade Akbar: Nyeninya Menu Warteg dalam Bingkai Fotografi

- detikInet
Dade Akbar sudah akrab dengan fotografi sejak lulus kuliah (dok. pribadi) Dade Akbar sudah akrab dengan fotografi sejak lulus kuliah (dok. pribadi)
Jakarta -

"Dimulai dengan 'gatel' melihat bentuk makanan sehari-hari yang begitu-begitu saja. Karena menu yang saya makan hanya sekitar itu saja, mulailah saya plating-plating biar terasa beda," ungkap Dade Akbar Ramadhan, mengawali cerita bagaimana dia kini dibicarakan karena karyanya di akun Instagram @warteggourmet.

"Makanan biasa yang sehari-hari kita makan menjadi menarik ketika di-plating serius," ujar pria yang bersentuhan dengan dunia fotografi sejak lulus kuliah ini.

Memang benar, melalui karyanya, Dade memperlihatkan bahwa murah tak berarti sajian warteg tidak bisa tampil menarik. Dade pun menyulap makanan seperti tempe orek atau kikil menjadi tampil bak menu resto mahal.

Istilah warteg pun menjadi terdengar lebih keren saat melihat tampilan foto-foto karya Dade. Yang membuatnya makin unik, Dade juga berkreasi dengan penamaan makanan yang terdengar kebule-bulean sehingga menggelitik siapa pun yang membacanya.

Keisengan tersebut rupanya membuat ketagihan. Apalagi, sejak postingan pertama @warteggourmet pada Oktober 2014, follower terus bertambah dan selalu menantikan foto terbarunya.

Di sela kesibukannya sebagai Art Director salah satu Advertising Agency di Jakarta, Dade selalu meluangkan waktu untuk hobi uniknya ini, mengabadikan menu baru dengan lensa kameranya.

"Biarpun kita makan di tempat biasa, setidaknya tampilannya harus luar biasa. Biar orang tertarik dan bisa melihat kembali ke makanan lokal yang sederhana dari sudut pandang yang berbeda," ujarnya berfilosofi.

Menariknya, semua foto dikerjakannya secara spontan di tempat ketika dia akan menyantap menu tersebut. Dade tak punya tips khusus bagi siapa saja yang ingin mencoba berkreasi dengan food photography seperti dirinya.

"Banyak berdoa dan mencoba," kelakarnya. Dade sendiri membebaskan dirinya berkreasi saat 'mendandani' makanan. Tidak ada 'ritual' khusus saat akan menjepretnya.

 

 

"Biasanya on the spot di warteg, rumah makan, kantin kantor, bahkan meja kerja saya. Yang penting ada cukup cahaya. Prefer natural light. Kadang sangat manual pake barang-barang sekitar untuk dapat cahaya yang pas untuk difoto seperti monitor komputer atau karton putih sebagai reflektor," paparnya.

Melalui @warteggourmet pula, Dade menantang kreativitas siapa saja yang tertarik dengan dunia kuliner, dengan mengadakan #WeekendFoodCollab. Dade akan menampung ide yang menarik untuk diwujudkan dalam sebuah karya hasil kolaborasi di @warteggourmet.

"#WeekendFoodCollab sebenernya lebih meluaskan apresiasi makanan lokal dengan bidang kreatif lain, jadi kemasan makanan lokal semakin edgy dan menarik. Any kind, apa aja asal keren dan punya visi," ajaknya.

Seiring popularitas akunnya meningkat, banyak follower berharap @warteggourmet akan hadir dalam wujud warung sungguhan. Banyak yang menilai @warteggourmet sangat potensial jadi tempat nongkrong baru terutama untuk anak muda Jakarta.

Bagaimana tanggapan si pemilik akun? "Doain aja terealisasi," harapnya. Nah, jadi kita nantikan saja!

(rns/ash)