Ini Tiga Aplikasi Anak Negeri Lulusan Apple Developer Academy 2021

Ini Tiga Aplikasi Anak Negeri Lulusan Apple Developer Academy 2021

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 14 Des 2021 20:45 WIB
Petra Netra
Foto: Apple
Jakarta -

Sebanyak 400 orang lulus program Apple Developer Academy angkatan 2021. Banyak aplikasi yang telah mereka buat, tiga di antaranya dipamerkan dalam acara lulusan yang berlangsung online, Selasa (14/12/2021).

1. PetaNetra

PetaNetra adalah sebuah 'penuntun jalan' bagi orang tunanetra atau yang memiliki gangguan penglihatan di Indonesia. Aplikasi ini membantu mereka secara mandiri untuk dapat menavigasi area publik seperti stasiun MRT.

Penggunanya cukup memegang iPhone mereka untuk mendeteksi dan mengikuti jalur yang telah direkam sebelumnya. Teknologi inovatif ini menggunakan Augmented Reality (AR) dan analisis gambar untuk membuat jalur yang ditentukan dengan menggunakan iPad, teknologi tersebut dapat digunakan sesuai dengan skalanya tanpa harus menggunakan peta dalam ruang atau penanda lainnya.

Petra NetraPetra Netra Foto: Apple

Tim PetaNetra terinspirasi dari orang tua sang desainer UI/UX Graciela Gabirelle Angeline, yang kehilangan penglihatan mereka sejak usia muda.

"Saya sudah melihat bagaimana PetaNetra membantu orang tua saya. Saya menantikan untuk membagikan aplikasi ini bagi orang lain yang membutuhkannya, dan memberikan rasa nyaman bagi orang-orang terkasih mereka yang mungkin khawatir ketika mereka sedang bepergian sendirian. Teknologi kami dapat membantu orang dengan gangguan penglihatan untuk menjelajah sekitarnya secara mandiri," ujar Graciela Gabrielle Angeline.

2. Ruang Tumbuh

Ruang Tumbuh menyediakan kebutuhan petani di daerah perkotaan untuk memulai menanam tanaman dan memastikan hasil panen yang sehat. Aplikasi ini menggunakan AR dan sensor yang ada di dalam iPhone untuk memahami luas lahan suatu kebun, paparan cahaya, dan kondisi iklim untuk merekomendasikan tanaman yang tepat.

Ruang TumbuhRuang Tumbuh Foto: Apple

Tim Ruang Tumbuh terdiri dari lima orang yang tersebar di seluruh Indonesia dan bekerja dari jarak jauh, mendesain aplikasi ini untuk mengikuti perkembangan urban farming yang makin populer di Indonesia.

"Mengerjakan aplikasi ini secara jarak jauh merupakan sebuah tantangan, baik dari sisi riset, kolaborasi dan pengembangan aplikasi, namun semangat kami untuk membantu lebih banyak petani di daerah perkotan membuat tantangan ini menjadi menarik. Kami yakin bahwa orang-orang akan memahami bahwa menjadi petani di daerah perkotaan sangat mudah, semudah menggunakan aplikasi kami," kata Allysia Shafira, desainer tim Ruang Tumbuh.

3. Oxima

Sebuah aplikasi khusus yang didesain untuk membantu pemain basket profesional mengukur dan meningkatkan performa mereka yang berfokus pada level VO2 Max - sebuah indikator yang mengukur stamina tubuh.

Menggunakan aktivitas latihan yang didesain oleh pelatih tim nasional Indonesia, atlet dapat mengukur dan melihat VO2 Max mereka meningkat menggunakan aplikasi iPhone, menggunakan data yang dikumpulkan dengan Apple Watch dan analisa dari penglihatan komputer (Computer vision).

OximaOxima Foto: Apple

Kelompok pengembang mendapatkan inspirasi dari saudara Project Manager yang merupakan atlet nasional Widyanta Putra Teja, dan masukan dari para atlet akan perbedaan kebutuhan pengukuran VO2 Max antara atlet dan umum untuk akurasi.

"Kita melihat banyak pemain basket muda dengan potensi yang besar namun mereka lupa akan satu hal: stamina. Kelompok kami berusaha sekeras mungkin untuk mengembangkan aplikasi ini dan kami percaya ini hanyalah sebuah awal. Kami memiliki visi bahwa Oxima tidak hanya digunakan untuk para atlet muda, tapi juga klub basket dan juga institusi yang lebih besar di masa mendatang," ucap Project Manager Oxima, Bramantya Putra Teja.



Simak Video "AS Terbitkan 2 Aplikasi Paten Baru Apple, Mau Bikin Drone?"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)