Teknologi Ini Bisa Lindungi Konten Medsos Dibajak

Teknologi Ini Bisa Lindungi Konten Medsos Dibajak

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 22 Nov 2020 18:30 WIB
Aplikasi medsos Hyppe, pemain lokal penantang Facebook, Instagram, dan YouTube.
Foto: Hyppe
Jakarta -

Proses pembuatan konten tidaklah mudah. Sayangnya, konten yang sudah dihasilkan susah payah itu sering kali mudah dibajak oleh pengguna media sosial (medsos) lainnya tanpa izin. Hai para konten kreator, ini 'obat mujarabnya'.

Adalah teknologi blockchain dan fingerprint combat memungkinkan menjalankan fungsinya mencatat data berdasarkan jaringan peer-to-peer yang terdesentralisasi, serta melindungi konten dari pembajakan.

Disebutkan basis teknologi tersebut membuka peluang yang besar bagi para konten kreator untuk melindungi karya mereka, yang selama ini jadi persoalan yang belum terselesaikan di publik, khususnya dunia maya. Dan, teknologi tersebut diterapkan aplikasi medsos Hyppe.

"Terlihat betapa pentingnya untuk seorang konten kreator untuk memiliki proteksi akan karya yang sudah mereka buat. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan third party server, yaitu blockchain, juga ditambah dengan sistem fingerprint combat dalam implementasi aplikasi kami," ujar Chief Strategic Officer PT Hyppe Teknologi Indonesia Magin M dalam siaran persnya.

Blockchain memiliki peran sebagai security layer untuk melindungi setiap konten dari pembajakan, sehingga memberikan transparansi yang jauh lebih baik, karena sifatnya yang immutable atau tidak bisa diubah.

Ditambah dengan keberadaan fingerprint combat yang dapat melindungi Hak atas Kekayaan Intelektual dari sebuah konten digital yang dienkripsi, yang tentunya konten tersebut tidak dapat dibajak.

Selain sebagai aplikasi medsos, menawarkan penghasilan bagi konten kreator di platformnya. Hyppe memastikan bahwa setiap penggunanya, baik user maupun konten kreator bisa menikmati kredit partisipasi dari algoritma iklan perusahaan yang diperoleh.

Hyppe mengimplementasikan sharing economy platform bagi seluruh pihak yang terlibat langsung dalam aplikasi ini. Selain konten kreator, pengguna aplikasi atau penonton juga berpotensi mendapatkan penghasilan juga.

Dijelaskan bahwa user akan menerima pundi-pundi hanya dengan melihat konten dan iklan sponsor dari dalam aplikasi Hyppe, yang nantinya hadir dalam bentuk HyppePoints di akun masing-masing. HyppePoints ini dapat dicairkan dalam bentuk tunai dan non-tunai.

Bagi pihak advertiser, Hyppe menyediakan fitur yang dirancang untuk kebutuhan bisnis platform digital pertama dan memiliki 10 fitur dalam satu media sosial saja. Advertiser juga dapat mengatur iklan yang tayang sesuai dengan segmentasi target audiensi masing-masing.

Saat ini, aplikasi Hyppe masih dalam tahap pengujian. Namun dengan fitur dan teknologi yang disediakan, Hyppe yang merupakan medsos buatan lokal siap dirilis akhir tahun ini.



Simak Video "Tangkal Hoax, Kominfo Siapkan Permen Pemblokiran Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)