Belajar Online Bisa Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Masa Depan

Belajar Online Bisa Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Masa Depan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 22 Agu 2020 13:15 WIB
Warga Pondok Kelapa, Jakarta Timur gotong royong membangun tenda pintar. Di tenda ini pelajar mendapat WiFi gratis untuk belajar online.
Belajar Online Bisa Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Masa Mendatang. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang tengah terjadi, memaksa kegiatan belajar dilakukan secara online. Bagi penyedia layanan belajar online, solusi yang diberikan tidak sekedar di level temporer, melainkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang.

Untuk itu, Kelas Pintar tidak sekedar menyediakan solusi pembelajaran efektif dengan literasi lengkap sesuai kurikulum, tapi juga menyediakan fitur untuk memaksimalkan peran masing-masing stakeholder di ekosistem pendidikan.

Ekosistem pendidikan yang dimaksud, baik menyangkut administrasi, aktivitas belajar-mengajar, hingga monitoring. Kelas Pintar bahkan menanamkan student analytic dalam sebuah kecerdasan buatan berbasis data dalam big data, sebagai bagian dari upaya memberikan pendidikan terbaik kepada para peserta didik.

"Di sini, kami tidak sedang bicara sistem pendidikan 10-15 tahun mendatang. Kami bicara tentang hari ini, di mana sekolah, guru, orang tua, dan para murid, sudah dan sedang menggunakan platform pendidikan masa depan dari Kelas Pintar untuk kegiatan belajar mengajar di masa sekarang ini," ujar Fernando Uffie, Founder Kelas Pintar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2010).

Harapan serupa juga datang dari sekolah-sekolah, misalnya Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bekasi Euis Siti Halimah mengatakan, kesulitan yang dihadapi dunia pendidikan di masa pendemi ini bisa jadi momentum untuk bertransformasi guna meningkatkan kualitas pendidikan.

Maka dari itu, disampaikannya, penting bagi para penyedia solusi pendidikan berbasis teknologi untuk melihat ekosistem pendidikan tanah air secara lebih menyeluruh.

Nada serupa juga diucapkan Kepala Sekolah SMK Gema Karya Bahana Andi Murgeim. Menurutnya, sebuah platform pembelajaran online harusnya bisa mengakomodasi kebutuhan sekolah ataupun institusi pendidikan formal dalam menjalankan fungsinya, baik di masa COVID-19 ataupun ke depannya.

Saat ini tercatat, Kelas Pintar telah dimanfaatkan lebih dari 36 sekolah dan yayasan sebagai sistem pendidikan yang mengintegrasikan seluruh siswa, guru, dan orangtua yang ada di dalam lingkup sekolah masing-masing. Bila mengacu jumlah pengguna individu, Kelas Pintar memiliki lebih dari 500 ribu siswa di lebih 70 ribu sekolah yang tersebar di 34 provinsi Indonesia.

Pencapaian Kelas Pintar tersebut diapresiasi dari pelaku industri dengan dinobatkannya sebagai Best Education Platform di ajang penghargaan Seluler Award pada tahun ini. Selular Award sendiri diberikan sebagai wujud apresiasi kepada para perusahaan teknologi seperti perangkat, operator, aplikasi, layanan digital, dan vendor teknologi jaringan.



Simak Video "Video Kegigihan Anak Pulau Ikuti Belajar Online Raih Penghargaan"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)