Kalau Belajar Online Jadi Permanen, Setuju Tidak?

Kalau Belajar Online Jadi Permanen, Setuju Tidak?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 15 Jul 2020 19:21 WIB
Belajar Online
Ada Wacana PJJ Permanen, Ini Pandangan Kelas Pintar (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Beberapa waktu yang lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mewacanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara permanen dan hybrid. Kelas Pintar sebagai salah satu penyedia layanan belajar online mengatakan ini merupakan wacana yang visioner dan strategis.

Pendiri Kelas Pintar Fernando Uffie mengatakan ia menganggap wacana ini sebagai sesuatu yang visioner karena bisa diterapkan sebagai solusi jangka panjang.

"Ini kalau saya lihat jangan dinilai sebagai langkah yang reaktif karena cuma pandemi terus memberi langkah atau wacana seperti ini," kata Uffie dalam wawancara terbatas dengan media, Rabu (15/7/2020).

"Kalau ini merupakan suatu lompatan besar, kalau kita bicara mengenai lompatan besar yang membutuhkan 5-10 tahun ke depan bisa terjadi dalam hitungan bulan," sambungnya.

Tapi Uffie mengakui untuk menerapkan kebijakan seperti ini masih memiliki banyak tantangan. Terutama masih sulitnya adopsi teknologi di kalangan guru dan murid untuk belajar online yang efektif.

Untuk itu, salah satu solusinya adalah menyediakan platform belajar online dengan tampilan yang mudah dipahami dan digunakan untuk siapa pun.

Uffie juga mengatakan wacana ini banyak mendapat pro dan kontra dari elemen pendidikan. Ia mencontohkan guru yang mungkin merasa terancam posisinya dalam metode pembelajaran online ini.

Padahal menurut Uffie, belajar online seperti ini tetap melibatkan elemen-elemen penting seperti sekolah, guru, orang tua dan murid. Meski belajar mandiri, siswa juga harus mendapatkan bimbingan dari guru dan diawasi oleh orang tua.

"Tantangannya bagi kita adalah bagaimana bersama dengan pemain edutech yang lain untuk bisa memberi pemahaman atau sosialisasi bagi orang tua dan juga siswanya," jelas Uffie.

"Supaya pemahaman seputar pembelajaran jarak jauh benar-benar dipahami sebagai pembelajaran jarak jauh, bukan pembelajaran jadi-jadian sehingga orang tuanya bisa mengajak anak ke mall," pungkasnya.



Simak Video "Waka DPRD DKI Kritik Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh Menteri Nadiem"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)