Belajar Online Masih Jadi Keharusan, Bagaimana Kualitas Lulusannya?

Belajar Online Masih Jadi Keharusan, Bagaimana Kualitas Lulusannya?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 15 Jul 2020 16:30 WIB
Ilustrasi belajar online
Belajar Online Masih Jadi Keharusan, Bagaimana Kualitas Lulusannya? (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Tahun ajaran baru kali ini, siswa-siswa masih harus belajar dari rumah secara online karena pandemi COVID-19. Walau tidak bertatap muka langsung dengan guru di sekolah, kualitas lulusan yang mengikuti belajar online diyakini tidak kalah dengan mereka yang belajar secara konvensional.

Hal ini diungkapkan pendiri layanan belajar online Kelas Pintar, Fernando Uffie dalam wawancara terbatas dengan media. Ia mengatakan kualitas lulusan yang belajar secara online akan bisa menyamai kualitas lulusan sebelumnya.

"Saat dihadapkan dengan pembelajaran jarak jauh, tingkat kesadaran mereka itu sungguh-sungguh memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan tingkat kesadaran belajar dibandingkan sebelum PJJ diimplementasikan," kata Uffie, Rabu (15/7/2020).

Selain karena kesadaran siswa untuk belajar lebih tinggi, Uffie juga berargumen bahwa tatanan pembelajaran tidak berubah meski dilakukan secara online.

Ia mengatakan kurikulum, mata pelajaran yang diajarkan dan cara menguji juga masih sama dengan pembelajaran sebelum pandemi. Bedanya, dalam bentuk pembelajaran jarak jauh tatanan pendidikan ini dihubungkan dengan teknologi berupa internet.

Guru juga tidak bisa melepas murid begitu saja saat belajar online. Uffie mengatakan Kelas Pintar telah menyusun jadwal pembelajaran jarak jauh yang tetap mengedepankan tatap muka dengan guru.

"Masuk pukul tujuh guru biologi sudah mulai kelasnya. Mereka buka dengan apa yang akan dipelajari hari itu, sama seperti di kelas," jelas Uffie.

"Apakah cukup sampai di situ? Akan ada satu sesi lagi. Sebagai penutup pelajaran tersebut sang guru akan ada tatap muka lagi," imbuhnya.

Tapi untuk menghasilkan lulusan belajar online yang berkualitas, tentu bukan hanya tanggung jawab murid dan guru. Uffie mengatakan orang tua juga memiliki tanggung jawab yang penting.

"Dalam jeda memang itu waktu istirahat, saat jadwal ini diberikan oleh sekolah orang tua harus memahami. Instead of distract mereka, harusnya memonitor," kata Uffie.

"Dari jam setengah 7 sampai jam 4 itu waktunya belajar anak, bukan diajak ke mall. Ini penting," pungkasnya.



Simak Video "Usaha Ruangguru Permudah Pembelajaran Jarak Jauh"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)