Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Gara Gara Adu Mulut, Kaspersky Tarung di Pengadilan

Gara Gara Adu Mulut, Kaspersky Tarung di Pengadilan


- detikInet

Jakarta - Saling menjelekkan satu sama lain bisa membuat runyam dan berujung ke pengadilan. Hal ini terjadi pada perusahan antivirus kenamaan, Kaspersky.Atensi media Cina tertuju pada mereka setelah perusahaan anti virus ini mendaftarkan komplain melawan rivalnya, anti virus lokal Rising dari Cina. Akibatnya, Kaspersky kemungkinan malah membuat para penggunanya di Cina tidak respek lagi pada mereka.Peristiwa ini dimulai beberapa waktu lalu saat Kaspersky menyatakan bahwa beberapa fitur keamanan milik Rising berbahaya sehingga penggunanya harus berhenti memakainya. Rising pun balas menuduh bahwa Kaspersky tidak efisien.Seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Rabu (11/7/2007), saling serang pun terjadi ketika lagi-lagi Kaspersky menyatakan bahwa Rising memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan popularitasnya di Cina. Tak mau kalah, Rising berencana menggugat Kaspersky secara hukum. Namun, Kaspersky melangkah lebih cepat dan saat ini telah mendaftarkan komplainnya pada pengadilan Tianjin, Cina dengan tuduhan bahwa Rising telah melakukan kompetisi yang tidak sehat. Bisa jadi peristiwa ini merupakan pertama kalinya dua perusahaan keamanan komputer saling tuduh satu sama lain dengan kata-kata keras. Namun, dengan pasar Cina yang menjanjikan keuntungan besar, mereka mungkin saling berusaha mempunyai pangsa pasar tertinggi sehingga tak mau dituduh mempunyai cacat produksi. Salah sedikit saja, konsumen bisa mengalami kekecewaan dan perusahaan kena batunya seperti yang terjadi pada perusahaan anti virus lainnya, Symantec.Untuk diketahui, beberapa saat lalu di Cina, update anti virus Norton dari Symantec salah menganggap beberapa elemen dalam sistem operasi Windows sebagai 'berbahaya'. Anti virus inipun mengkarantinanya sehingga sistem operasi Windows mengalami kerusakan dan tidak dapat diakses.Symantec pun turun tangan dan menawarkan software gratis untuk memperbaikinya. Namun tentu saja, nama perusahaan ini pun sedikit tercoreng tidak hanya di Cina, tetapi di seluruh dunia yang mendengar kabar ini."Kami menawarkan konsumen sampai tanggal 15 Juli 2007 untuk mendaftarkan diri (dan mendapatkan software gratis ini-red)." kata Catriona Turber, juru bicara Symantec Australia seperti dilansir PCWorld. Apa mau dikata, nasi yang sudah menjadi bubur tak bisa jadi nasi lagi. (wsh/wsh)




Hide Ads