Pakai Software Bajakan, Gaji Kepsek Dipotong 50%
- detikInet
Moscow -
Pengadilan akhirnya memutuskan untuk memotong gaji kepala sekolah di Rusia sebanyak 50 persen, terkait pemakaian software bajakan Microsoft.Potongan gaji tersebut merupakan bentuk denda yang dikenakan pengadilan Rusia terhadap Alexander Ponosov lantaran menggunakan software bajakan Microsoft di 12 komputer di sekolahnya.Menurut jaksa, Ponosov dinilai telah melanggar property rights Microsoft, karena membolehkan para muridnya memakai 12 komputer tersebut yang bersenjatakan sistem operasi Windows dan aplikasi Microsoft Office tak berlisensi.Ponosov adalah kepala sekolah di sebuah sekolah terpencil di daerah Perm, Rusia. Ponosov sendiri mengaku bahwa dirinya tidak tahu menahu soal software yang dipakai di komputer sekolahnya yang ternyata palsu. Software tersebut diakui Ponosov sudah terinstal ketika mereka membeli komputer itu."Pengadilan memutuskan bahwa saya diharuskan membayar denda sebesar 5.000 rubel (Rp 1,7 juta)," kata Ponosov via telepon kepada Reuters, yang dikutip detikINET, Selasa (8/5/2007).Ponosov yakin bahwa dirinya tidak bersalah dan mengklaim akan mengajukan banding. Ia juga mengaku belum membayarkan denda tersebut. Gaji Ponosov sendiri per bulannya adalah 10.000 rubel atau Rp 3,4 juta.Microsoft Rugi Rp 92,3 JutaMenurut agen berita RIA, menyebutkan pernyataan hakim, Ponosov dinyatakan telah merugikan Microsoft senilai 266,000 rubel atau Rp 92,3 juta (1 rubel = Rp 347 sumber: xe.com).Di lain sisi Microsoft mengatakan bahwa tuntutan tersebut merupakan putusan pihak berwewenang Rusia. Pun pihak berwenang Rusia yang mulai memproses kasusnya."Niat kami bukan menuntut sekolah atau guru, namun membantu siswa dalam mengembangkan keahlian teknologi yang mereka butuhkan di abad 21," kata Microsoft dalam pernyataan resminya.Kasus Ponosov, diklaim Microsoft, dimulai oleh pihak berwewenang Rusia di bawah payung undang-undang Rusia. Microsoft tak satu pun dilibatkan ataupun berniat memperkarakan kasus ini terhadap Ponosov.Rusia saat ini tengah berjuang menumpas kasus-kasus pembajakan sebagai bagian dari usahanya untuk bergabung dengan organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO). Di Rusia, salinan Windows XP bajakan dijual dengan bandrol US$ 6 (Rp 53 ribu).
(dwn/dwn)