Warnet Mulai Pakai Vista Cap Mangga Dua
- detikInet
Jakarta -
Meski belum resmi meluncur untuk pengguna komersil, Windows Vista sudah tersedia di toko software kawasan Mangga Dua. Warung Internet (warnet) pun mulai menggunakannya. Legal atau tidak?Hal itu dilakukan sebuah warnet di pinggiran Jakarta. Warnet yang'lahir' pada Desember 2006 itu sejak pertama kali berdiri memasang spanduk besar 'Menggunakan Windows Vista' di depan warnetnya. Namun pada akhir Januari 2007 spanduk itu dilepaskan dan berganti spanduk sebuah game online. Pada Senin (12/2/2007) detikINET mengunjungi warnet tersebut. Warnet yang berlokasi di depan sebuah Sekolah Menengah Atas itu memang cukup ramai pengunjung. Pada hari-hari kerja selepas jam sekolah 10 bilik di dalamnya hampir selalu penuh. Windows Vista yang digunakan dalam warnet tersebut agaknya merupakan versi evaluasi. Hal ini terlihat dari teks 'Windows Vista Evaluation Copy' pada pojok desktop. Penjaga warnet tersebut, sebut saja namanya Arif, mengaku tidak tahu persis apakah Windows Vista yang digunakannya masih versi percobaan atau bukan. Menurutnya Vista yang berlabel Business Edition itu didapatkan langsung dari toko di area Mangga Dua saat membeli komputer. "Kalau ada masalah juga saya bawa ke sana lagi," ujarnya. Windows Vista versi percobaan memang sempat disebarluaskan secara gratis oleh Microsoft. Namun seharusnya versi percobaan itu tidak boleh digunakan lagi setelah peluncuran Vista secara resmi. Di Indonesia peluncuran Vista baru akan dilakukan bulan April 2007, diundur dari rencana sebelumnya di Februari 2007. Dim, seorang pengunjung warnet yang sempat berbincang dengan detikINET, mengatakan ia mengunjungi warnet itu karena rasa ingin tahu. "Saya ingin lihat seperti apa Windows Vista. Katanya mirip Mac," tutur pria yang sehari-hari biasa menggunakan Apple Macintosh itu. Perilaku pengguna seperti Dim sedikit banyak mungkin bisa membantu Microsoft dalam mempromosikan VIsta. Bukan tidak mungkin saat Dim membeli komputer baru ia akan memilih komputer dengan Windows Vista karena pengalamannya di warnet ini. Namun di sisi lain, kebanyakan pengunjung warnet agaknya tidak peduli dengan sistem operasi yang digunakan. Contohnya Tiwi, pengunjung lainnya, yang mengaku tidak memilih warnet karena sistem operasi. "Saya memilih warnet yang tempatnya enak, bersih, dan koneksinya cepat," ia menambahkan.
(wsh/wsh)