Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Paten Ponsel Nokia Dipertanyakan

Paten Ponsel Nokia Dipertanyakan


- detikInet

New York - Cekcok paten antara Qualcomm Inc. dan produsen ponsel Nokia lagi-lagi terjadi. Keduanya kembali berseteru soal paten teknologi.Kali ini giliran paten ponsel Nokia yang dipertanyakan. Komisi Perdagangan International Amerika Serikat (AS) atau International Trade Commission (ITC) kini tengah menginvestigasi pihak Nokia, terkait tuduhan melakukan praktek dagang yang tidak adil. Dilayangkan oleh Qualcomm 9 Juni silam, Nokia dituduh telah mengimpor dan menjual ponsel yang melanggar paten Qualcomm. Demikian diberitakan Reuters dan dikutip detikINET Selasa (11/07/2006).Lebih lanjut disebutkan, Qualcomm meminta ITC memalangi penjualan ponsel tertentu milik Nokia di Amerika Serikat. Mengenai hal itu, juru bicara Nokia Bill Plummer mengaku pihaknya memang tengah diperiksa ITC."Kami akan bekerja sama sepenuhnya dengan ITC dan kami yakin gugatan yang diajukan Qualcomm tidak beralasan," tandas Plummer.Sebagai informasi, perseteruan antara Nokia dan Qualcomm bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, Qualcomm juga pernah menggugat Nokia terkait pelanggaran paten teknologi GSM (Global System for Mobile Communication) miliknya. Teknologi ini sangat populer di Eropa.Nokia merupakan salah satu dari enam rival yang tahun lalu mengajukan komplain ke regulator Eropa untuk melawan praktek lisensi Qualcomm. Qualcomm sendiri merupakan pemasok chip ponsel berbasis teknologi CDMA (Code Division Multiple Access). Teknologi nirkabel ini banyak dipakai di sebagian besar Amerika Serikat dan kawasan Asia. Qualcomm juga memonopoli paten CDMA sehingga banyak rival yang tak senang dengan praktek bisnis yang dijalankannya.Seperti diberitakan sebelumnya, Nokia juga mengumumkan akan menghentikan pembuatan ponsel berteknologi CDMA (Code Division Multiple Access). Produsen ponsel terbesar di dunia itu akan menghentikan kegiatan penelitian dan produksi ponsel CDMA-nya menjelang April 2007.Gara-gara masalah paten pulalah, Nokia juga membatalkan rencana joint venture-nya dengan Sanyo Electric Co. untuk memproduksi ponsel baru berteknologi CDMA. (dwn) (dwn/)





Hide Ads