Kominfo Janji Akses Internet 4G Merata di Indonesia

ADVERTISEMENT

Kominfo Janji Akses Internet 4G Merata di Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 21 Sep 2022 18:07 WIB
Menkominfo memberikan keterangan pes terkait pencabutan akses 15 sistem elektronik. Setelah diverifikasi ternyata platform tersebut adalah judi online.
Menkominfo Johnny G Plate mengungkapkan pemerintah serius pemerataan akses internet 4G di tanah air (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan pemerintah serius dalam hal pemerataan akses internet 4G di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali, termasuk di daerah pelosok.

Dalam agenda rapat kerja di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/9/2022) Anggota Komisi I Rizki Aulia Rahman menanyakan keseriusan pemerintah akan penggelaran jaringan seluler 4G di tanah air.

"Pemerintah serius atau tidak dalam merealisasikan visi bahwa nanti di seluruh desa itu ter-cover dengan 4G. Kemarin saya sempat tanyakan kepada bu Sekjen (Kominfo), dan saya tanyakan lagi kepada pak menteri dengan tren anggaran (Kominfo) saat ini, kira-kira kapan tercapai seluruh desa karena ini sudah menjadi hak primer masyarakat," ujar Rizki.

Menanggapi pertanyaan itu, Menkominfo mengatakan kalau pemerintah bersungguh-sungguh untuk memeratakan akses internet 4G di Indonesia.

"4G backbone serius. Pemerintah serius untuk menyelesaikannya. Hanya tentu subjek pada alokasi anggaran yang tersedia. Sampai saat ini yang sudah dianggarkan oleh pemerintah untuk pipeline 7.482 BTS di 7.482 desa. Masih tersisa 1.603 yang masih kita cari kiatnya," ungkapnya.

Johnny juga menjelaskan ada dua peluncuran satelit yang akan dilakukan pada tahun 2023, yaitu Satelit Republik Indonesia (Satria-1) dan Hot Backup Satellite (HBS). Satelit tersebut akan berfungsi dalam menyediakan layanan internet di pelosok Tanah Air.

"Yang nanti punya kapasitas cukup besar untuk layanan akses internet. Jadi nanti apabila memang BTS-nya belum terbiayai dengan baik, tapi akses internetnya bisa tersedia untuk layanan publik, untuk fasilitas publik, apakah itu sekolah, kantor desa, rumah sakit, dan sebagainya," tuturnya.

"Namun tentu tidak di awal tahun, karena baru diluncurkan pada pertengahan tahun dan baru tersedia di akhir-akhir tahun. Tahun 2024, mudah-mudahan layanannya sudah bisa disediakan," pungkas Menkominfo.

Sebagai informasi, satelit HBS ini akan lebih dulu meluncur pada tahun 2023, setelah itu disusul satelit Satria-1. Baik itu HBS maupun satelit Satria-1 itu sama-sama diluncurkan di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serika.

Melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) melakukan penandatangan kontrak proyek HBS dan Jasa Pengoperasian dengan konsorsium Kemitraan Nusantara Jaya pada Maret 2022 yang terdiri dari PT Satelit Nusantara Lima, PT DSST Mas Gemilang, PT Pasifik Satelit Nusantara, dan PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera. Adapun, kapasitas satelit ini 80 Gbps.

Sementara itu, satelit Satria-1 yang merupakan satelit pemerintah dengan memiliki kapasitas sebesar 150 Gbps untuk mengkoneksikan 150 ribu titik, mulai dari 93.900 titik pendidikan, 47.900 titik pemerintah daerah, 3.900 titik pertahanan dan keamanan, dan 3.700 titik kesehatan.

Proyek strategis pemerintah tersebut dikerjakan oleh PT Satelit Nusantara Tiga (SNT), badan usaha swasta yang dibentuk Konsorsium PSN selaku pemenang tender, untuk mengoperasikan satelit pemerintah.



Simak Video "Strategi Indonesia Atasi Kesenjangan Digital Dalam Negeri dan Dunia "
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT