Serba-serbi TV Digital: Gambar Bersih, Tak Pakai Internet & Gratis

Serba-serbi TV Digital: Gambar Bersih, Tak Pakai Internet & Gratis

Jihaan Khoirunnisa - detikInet
Minggu, 15 Mei 2022 08:15 WIB
Ilustrasi STB TV Digital, Set Top Box ini sebagai dibutuhkan sebagai alat untuk mengalihkan tv analog ke digital. STB juga akan diberikan gratis oleh pemerintah untuk masyarakat miskin.
Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Indonesia tengah bermigrasi dari teknologi analog ke digital. Proses migrasi dimulai dari sekarang, hingga 2 November 2022 mendatang.

Teknologi analog akan di-off-kan, alias tidak dipakai lagi. Karena itu, pesawat televisi perlu disesuaikan teknologinya supaya bisa menangkap siaran televisi digital.

Namun, apakah teknologi televisi digital sama dengan yang ada di gawai atau komputer? Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) mengatakan siaran digital pada televisi di rumah tidak lantas membuatnya bisa dipakai untuk menonton YouTube atau streaming seperti gawai dan komputer.

"Memang ada juga televisi yang sudah dilengkapi dengan kemampuan berinternet. Bila televisi di rumah tergolong televisi yang pintar seperti itu, tentu tidak usah menambahkan STB (Set Top Box) untuk menonton siaran digital. Penambahan STB hanya untuk televisi model lama," kata Tim Komunikasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo dalam keterangan resminya, Sabtu (14/5/2022).

Sementara untuk pesawat televisi yang lama masih bisa dipakai maupun yang model tabung perlu dilakukan penyesuaian dengan memasang STB. Karena antena tetap dipakai karena itu penting untuk menjaring sinyal.

"Televisi yang sudah ditambahkan STB tetap menjadi televisi penerima siaran hasil pancaran stasiun-stasiun televisi yang menggunakan teknologi digital. Tentunya, gambarnya bersih dan suaranya jernih karena menggunakan teknologi digital. Sama dengan sebelumnya, menonton siaran digital ini tetap gratis. Ya gratis, karena penyiaran yang dipancarkan itu FTA (Free To Air)," terangnya.

FTA menjadi pembeda siaran digital pada TV dengan laptop dan gadget. Gawai dan laptop dapat dipakai untuk menonton tayangan YouTube karena pemancarannya menggunakan internet. Sementara internet bukanlah FTA.

Lebih lanjut Kemenkominfo menjelaskan berkat teknologi sinyal digital, nantinya masyarakat bisa menonton tayangan dengan gambar yang lebih bersih dan tajam.

Selain itu, di televisi digital juga akan ada tambahan layanan. Salah satu yang disiapkan adalah program peringatan kebencanaan.

"Dalam perjalanan waktu, akan ada banyak tambahan layanan juga. Inilah nilai lebih migrasi ke televisi digital. TV makin terasa canggih. Ayo dukung migrasi televisi digital. Bersih, jernih, canggih," tandasnya.



Simak Video "Rekomendasi TV Digital Harga Rp 3 Jutaan"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)