Pentingnya Migrasi Digital bagi Jagat Lalu Lintas Penyiaran

Pentingnya Migrasi Digital bagi Jagat Lalu Lintas Penyiaran

Inkana Putri - detikInet
Jumat, 13 Mei 2022 13:21 WIB
Pemerintah mewanti-wanti masyarakat untuk bersiap migrasi ke TV digital. Set top box (STB) untuk migrasi ke TV digital pun sudah mulai marak dijual di toko elektronik.
Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Gelombang radio (radio wave) berperan penting dalam mengirim berbagai bentuk isi/konten siaran audio dan visual yang ditangkap oleh gawai, televisi, ataupun perangkat lainnya selama 24/7.

Terlebih sejak pandemi COVID-19 melanda, sebagian besar orang mulai sering menggunakan layanan video call, Zoom, Google Meet, atau sederet aplikasi lainnya untuk berkomunikasi. Hal ini tentunya meningkatkan kerja gelombang radio.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kebutuhan teknologi digital tentu berdampak terhadap penataan infrastruktur digital. Dalam hal ini, tentunya diperlukan berbagai langkah khusus untuk menata infrastruktur digital. Salah satunya dengan menata penggunaan spektrum dan pemanfaatan sumber daya frekuensi.

"Sektor ini memiliki nilai sangat strategis karena menjadi pilar utama pada saat Indonesia memasuki industri 4.0. Peran sektor ini juga menjadi sentral pada saat pandemi COVID-19, adaptasi kebiasaan baru (new normal), dan pasca pandemi, selain itu menjadi tulang punggung ekonomi digital nasional, karena tanpa infrastruktur dan dukungan kebijakan di sektor ini ekonomi digital tidak akan berlangsung seperti yang kita harapkan," kata Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam keterangan tertulis, Jumat (13/5/2022).

Dalam hal ini, setidaknya 261 jutaan penduduk di Indonesia sebagian besar membutuhkan internet untuk mengirim dan menerima informasi. "Kebutuhan jelas meningkat, sementara spektrum, atau lebar jalanan yang dipakai lalu lintas gelombang radio menghantarkan isi pesan itu tetap," ujar Tim Komunikasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo.

Sebelum teknologi digital meluas, penyiaran televisi masih menggunakan teknologi analog. Berdasarkan catatan Kominfo, hingga tahun 2021, jumlah stasiun televisi yang bersiaran secara analog di Indonesia mencapai 728.

Meski demikian, teknologi analog memerlukan ruang frekuensi yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan teknologi digital dalam menyalurkan informasi. Dampaknya, informasi yang disalurkan menjadi terbatas, mengingat 728 stasiun penyiaran juga memancarkan informasi dalam satu spektrum.

Guna mengatasi hal ini, penata jalur dan infrastruktur lalu lintas data memang diperlukan. Salah satunya melalui migrasi teknologi penyiaran analog menjadi teknologi penyiaran digital. Melalui teknologi digital, hal yang semula terasa besar, berat, dan bergerak lambat akan berubah menjadi gesit serta rapi.



Simak Video "Sederet Fakta soal Siaran TV Digital yang Harus Diketahui "
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/fay)