TV Analog Mulai Dimatikan Bertahap, Menkominfo Imbau Warga Pasang STB - Halaman 2

TV Analog Mulai Dimatikan Bertahap, Menkominfo Imbau Warga Pasang STB

Angga Laraspati - detikInet
Minggu, 01 Mei 2022 14:53 WIB
Menkominfo Johnny G. Plate mengecek kesiapan jaringan internet menghadapi lonjakan trafik telekomunikasi saat mudik lebaran 2022.
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto

Dalam implementasi ASO terdapat sembilan penyelenggara multipleksing yaitu pemerintah, LPP TVRI dan 7 LPS Group yang terdiri dari MNC Group, Media Group, SCM Group, Viva Group, Trans Media Group, RTV Group dan Nusantara TV.

Menurut Johnny, pemerintah bersama LPP TVRI dan LPS penyelenggara multipleksing akan melakukan koordinasi intensif dan membentuk satuan tugas atau tim yang akan mengawasi keseluruhan proses pengakhiran siaran TV analog dan awal-awal siaran televisi digital penuh di Indonesia.

"Dengan membentuk satuan tugas pengawasan lapangan untuk mengawasi distribusi dan pemasangan Set-Top-Box yang diamanatkan oleh aturan yaitu untuk keluarga miskin," tegasnya.

Kementerian Kominfo dan LPS juga menyediakan pendampingan dan informasi untuk masyarakat yang membutuhkan panduan teknis menyiapkan perangkat televisi agar bisa menerima siaran digital.

"Pada tanggal 30 April jam 24.00 WIB, dilakukan penutupan tetap siaran televisi analog dan mulai berlangsungnya siaran tetap digital penuh televisi, masyarakat bisa mengikuti petunjuk-petunjuk yang ada dari siaran televisi jika perangkat belum memenuhi syarat atau DVB-T2," jelas Johnny.

Kementerian Kominfo juga menyediakan informasi melalui media sosial dan menyediakan kontak nomor telepon 159 untuk konsultasi. Johnny menyatakan akan terus melakukan sosialisasi mengenai penggunaan perangkat STB agar masyarakat lebih memahami penggunaan siaran televisi digital.

"Walaupun sosialisasi Analog Switch Off ini telah dilakukan lebih dari 6 bulan, namun demikian LPP TVRI dan rekan-rekan dari televisi LPS punya komitmen untuk terus melakukan sosialisasi yang lebih tepat. Secara khusus jenis televisi yang mereka miliki apakah perlu ditambah Set-Top-Box atau tidak," tuturnya.

Selain itu, Johnny menyatakan sosialisasi juga dilakukan mengenai manfaat dari siaran digital penuh televisi di Indonesia. Menurutnya, siaran televisi digital penuh akan memberikan manfaat yang banyak bagi pemirsa televisi terestrial, karena dengan beralih menjadi televisi digital akan lebih banyak pilihan-pilihan kanal televisi. Johnny menjelaskan siaran terestrial merupakan siaran free-to-air tanpa dipungut biaya.

"Dengan siaran digital tanpa dikenakan biaya, masyarakat akan mendapatkan siaran bervariasi dan lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik, lebih jernih, lebih bersih dan lebih canggih," tandasnya.

Dengan digitalisasi, perusahaan lembaga penyiaran juga mempunyai peluang menghasilkan konten yang lebih bervariasi, sehingga masyarakat bisa mendapatkan jenis siaran dan pilihan yang lebih banyak.

Meskipun Indonesia bukan negara yang awal melakukan penghentian tetap siaran analog, namun Johnny menegaskan tidak ingin juga tertinggal dalam memberikan layanan televisi digital bagi masyarakat.

"Dengan melakukan benchmark atau studi perbandingan di beberapa negara lain, kita pilih dan mengambil kebijakan untuk melakukan penghentian tetap siaran Analog Switch Off Indonesia lebih minimal dampaknya terhadap layanan televisi bagi masyarakat," ungkapnya.

Johnny juga mengajak semua pihak untuk menyukseskan ASO.

"Mari kita sama-sama sukseskan atau penghentian tetap televisi analog Indonesia dan dimulainya siaran televisi digital penuh di Indonesia dengan sukses," ajaknya.

Saat ini, jumlah Lembaga Penyiaran yang bersiaran secara analog adalah sebanyak 697 Lembaga Penyiaran di seluruh Indonesia. Siaran secara simulcast telah dimulai sejak tahun 2019 dan saat ini dilakukan oleh 521 Stasiun TV untuk mencakup 90 Wilayah Siaran atau 294 kabupaten dan kota. Pada saat Analog Switch Off dilakukan siaran TV Analog akan dimatikan dan hanya akan dipancarkan siaran TV Digital.

(ncm/ega)