Hati-hati, Predator Seksual Online Meningkat Tajam di 2021

Hati-hati, Predator Seksual Online Meningkat Tajam di 2021

Josina - detikInet
Kamis, 17 Mar 2022 13:30 WIB
Anak dan gadget
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Sejak pandemi, bersekolah dan melakukan aktivitas lainnya mereka dialihkan secara online dengan penggunaan laptop maupun ponsel. Ini berarti anak-anak lebih banyak waktu di depan layar. Namun nyatanya, ada bahaya mengintai yakni predator online.

Sebuah laporan dari National Center for Missing & Exploited Children yang dirilis ke CBS News mengungkapkan mereka telah menerima sebanyak 29,3 juta laporan dugaan eksploitasi seksual anak pada tahun 2021 meningkat 35% dari tahun 2020 dan angka ini menjadi tertinggi sepanjang masa.

"Para predator menyadari bahwa akan ada lebih banyak jam online di mana remaja dan anak-anak tidak akan diawasi, dan mereka mendorong satu sama lain untuk memanfaatkan kesempatan itu," kata John Shehan, Vice President of the Exploited Children Division, dilansir CBS, Kamis (17/3/2022).

Hampir semua dari 29 juta tip berasal dari perusahaan telepon dan media sosial, yang secara hukum diwajibkan untuk melaporkan kemungkinan gambar ilegal ke pusat nasional. Tahun lalu, mereka menerima lebih banyak tips tentang video yang melanggar hukum daripada gambar diam.

Dikisahkan seorang presenter asal Amerika Serikat Alicia Kozak, bahwa ia berumur 13 tahun diculik seorang predator online. Penculikannya memicu perburuan nasional. Kozak dibawa dari rumahnya di Pittsburgh ke ruang bawah tanah di Virginia di mana dia dilecehkan sebelum diselamatkan oleh agen penegak hukum.

Lebih dari satu dekade kemudian, Kozak yang mempromosikan keamanan internet mengatakan kepada CBS News bahwa predator menyadari anak-anak di seluruh Amerika sekarang memiliki akses yang lebih luas ke telepon dan komputer pada usia yang lebih muda.

"Jika seorang pemangsa mencoba mengincar seorang anak di taman, atau di mal atau di suatu tempat, sekolah, sesuatu seperti itu, mereka benar-benar hanya memiliki sedikit peluang. Padahal di internet, mereka dapat dengan mudah menutup kotak obrolan itu dan tutup aplikasi itu dan pergi ke korban berikutnya," katanya.

Kozak mengatakan orang tua perlu melakukan lebih dari sekadar mengambil gadget anak-anak.

"Mereka harus memantau apa yang dilakukan anak-anak mereka secara online. Mereka harus memperhatikan dan saya tahu Anda mungkin terlihat seperti melanggar privasi mereka, tetapi sebenarnya tidak. Anda menjaga mereka tetap aman," kata Kozak.



Simak Video "Bunda! Kenali Gejala Thalassemia Pada Anak-anak"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)