Menkominfo ke MWC 2022, Cari Mitra Untuk Perluas Akses Internet RI

ADVERTISEMENT

MWC 2022

Menkominfo ke MWC 2022, Cari Mitra Untuk Perluas Akses Internet RI

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 04 Mar 2022 14:50 WIB
Kominfo menjalin kemitraan untuk memperluas jangkauan akses internet di Indonesia.
Menkominfo ke MWC 2022, Cari Mitra Untuk Perluas Akses Internet RI (Foto: Dok. Kominfo)
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate melakukan kunjungan kerja ke Mobile World Congress (MWC) 2020, Barcelona. Lawatan ini untuk menjalin kemitraan untuk perluas akses internet di Indonesia.

Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar berupa kesenjangan internet, di mana dari 83.218 desa/kelurahan, 12.548 desa/kelurahan berada di area blankspot alias tidak ada akses internet di sana.

Adapun, 12.548 desa/kelurahan itu ada 9.113 desa/kelurahan yang terletak di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T) itu dikerjakan Bakti Kominfo, sedangkan sisanya 3.435 desa/kelurahan daerah non-3T dilakukan operator seluler.

"Untuk memperluas jangkauan internet untuk dapat lebih terjangkau, kementerian mencari setiap solusi dan opsi yang memungkinkan termasuk dalam membangun kemitraan dan berkolaborasi dengan pihak ketiga," ujar Menkominfo dalam keterangannya, Jumat (4/3/2022).

Dalam rangkaian acara MWC 2022 itu, Menkominfo melakukan pertemuan dengan delegasi Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan. Selain itu, bertemu dengan perwakilan perusahaan teknologi ZTE, Ericsson dan Huawei. Dari pertemuan ini, Kominfo mencari opsi pendanaan, baik dari internal maupun invetasi dari pihak eksternal.

Disampaikan Johnny bahwa saat ini Kominfo menyediakan keterjangkauan akses komunikasi yang menjadi kunci pengembangan ekonomi Indonesia ke depan.

"Saat ini perekonomian Indonesia didukung oleh 60% UKM, keterjangkauan dan akses konektivitas untuk memperluas cakupan konektivitas adalah kunci untuk menopang dan mengembangkan ekonomi Indonesia lebih lanjut," jelasnya.

US State Department Deputy Assistant Secretary, Stephen Anderson mengatakan dukungan untuk membantu penyediaan akses internet cepat (broadband) untuk daerah pelosok di Indonesia.

"AS tertarik untuk menangani broadband untuk wilayah yang kurang terlayani di daerah pedesaan di Indonesia. Selain itu kami juga dapat membantu dalam hal investasi dan dukungan ekosistem AS melalui negara bagian, NTIA, USAID serta dapat mendukung dalam perakitan perangkat keras lokal," pungkasnya.



Simak Video "Jawaban Menkominfo soal Ganti Nomor Indonesia ke Provider AS"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT