Wanita Pendiri Startup Kaya Raya Ini Ternyata Penipu Kelas Kakap

Wanita Pendiri Startup Kaya Raya Ini Ternyata Penipu Kelas Kakap

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 06 Jan 2022 11:15 WIB
SAN JOSE, CA - JULY 17:  Former Theranos CEO Elizabeth Holmes leaves a federal court after a status hearing on July 17, 2019 in San Jose, California. Holmes is facing charges of conspiracy and wire fraud for allegedly engaging in a multimillion-dollar scheme to defraud investors with the Theranos blood testing lab services. (Photo by Kimberly White/Getty Images)
Elizabeth Holmes. Foto: Kimberly White/Getty Images
Jakarta -

Berakhirlah sudah sepak terjang Elizabeth Holmes, pendiri startup Theranos yang dulu pernah gilang gemilang. Dalam proses pengadilan, wanita ini diputus bersalah atas beberapa dakwaan terkait penipuan para investor dan terancam hukuman puluhan tahun penjara. Bagaimana kisahnya?

Model bisnis startup Theranos adalah menjalankan uji darah dengan teknologi sendiri yang membutuhkan hanya sedikit sampel. Tes ini diklaim Holmes dapat secara instan mendeteksi kondisi medis seperti kanker dan kolesterol tinggi.

Dikutip detikINET dari CNN, Kamis (6/1/2021) investor pun berdatangan lantaran dijanjikan bakal meraup keuntungan besar. Holmes pun menjadi salah satu wanita terkaya di Amerika Serikat pada tahun 2014, berdasarkan perhitungan Forbes.

Theranos meraup pendanaan dari investor kakap seperti Draper Fisher Jurvetson dan Larry Ellison. Tak tanggung-tanggung, mereka mengumpulkan lebih dari USD 700 juta. Para konglomerat, dari Henry Kissinger sampai Rupert Murdoch, ikut berinvestasi di perusahaan tersebut.

Pada investor, Elizabeth Holmes meminta syarat bahwa teknologinya tidak bisa dibuka dan dia yang akan memutuskan apapun soal perusahaannya.

Theranos pun beroperasi seakan diam-diam. Holmes bahkan pernah menuntut tiga mantan karyawan Theranos karena diklaim menyalahgunakan rahasia perusahaan. Dia terinspirasi Steve Jobs idolanya yang sangat mementingkan kerahasiaan. Bahkan seperti Jobs, Holmes mulai memakai kaos hitam dan tidak pernah liburan.

Nama Holmes makin dikenal, ia banyak diliput media. Sering pula hadir di event bergengsi seperti TED Talk di mana ia sepanggung dengan Bill Clinton dan Jack Ma. Pihak luar banyak yang tertarik pada Theranos. Salah satunya retail Walgreens yang membuka pusat uji darah dengan teknologi Theranos.

Menkeu AS George Schultz, Jenderal Angkatan Darat James Mattis, dan keluarga terkaya Amerika, Waltons, termasuk para pendukungnya. Dukungan itu memberi Holmes kredibilitas, begitu juga tingkah lakunya.

"Saya tahu dia punya ide brilian ini dan dia berhasil meyakinkan semua investor dan ilmuwan ini," kata Dr. Jeffrey Flier, mantan dekan Sekolah Kedokteran Harvard, yang makan siang bersama Elizabeth Holmes pada 2015.

Halaman selanjutnya, akhir sepak terjang Elizabeth Holmes>>>