Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Di Spanyol
Polisi Gencarkan Sweeping Pornografi Internet
Di Spanyol

Polisi Gencarkan Sweeping Pornografi Internet


- detikInet

Madrid - Kisruh masalah pornografi internet dan pembajakan agaknya tidak hanya ramai di Indonesia saja. Di luar negeri sana, masalah ini juga menjadi masalah serius pihak berwajib. Terbukti dengan sweeping besar-besaran yang dilakukan pihak kepolisian Spanyol.Total, polisi Spanyol berhasil menangkap 28 orang saat terkait masalah pornografi anak di internet dan pembajakan. Setidaknya begitu yang disampaikan pihak polisi dan kementerian dalam negeri Spanyol.Dari 28 orang itu, 15 orang diantaranya terlibat kasus pembajakan yang sebagian besar adalah engineer komputer dan member perusahaan layanan internet. Di razia yang terpisah, polisi juga menangkap 13 orang laki-laki berusia 20-68 tahun yang dicurigai mengakses situs file-sharing, yang menampilkan video orang dewasa sedang memperkosa seorang gadis berumur sembilan tahun.Seperti diberitakan AFP dan dikutip detikINET Selasa (11/4/2006), pengropyokan anti pembajakan dilakukan oleh Technological Research Brigade Spanyol, dengan membidik penggunaan program file-sharing peer-to-peer ilegal terkait menyalin musik, film, game dan program komputer.Sebenarnya, operasi ini sudah mulai digencarkan sejak Oktober 2005, menyusul komplain dari organisasi properti intelektual. Menurut pihak kementerian Spanyol, para tersangka rata-rata mendapatkan 900.000 euro (1 euro = Rp 10,845 Sumber: detik.com) setiap tahunnya dari aktivitas bajak-membajak itu.Selain menangkap 28 tersangka, sebanyak 17 situs Internet juga berhasil ditutup. Untuk razia pengguna pornografi anak ini, polisi menjajaki tersangka dengan memakai Hispalis. Adalah sebuah program komputer yang menyediakan nama dan alamat pengguna Internet yang mengakses situs pornografi anak secara ilegal.Februari silam, sebuah operasi internasional yang dikoordinasi oleh pihak berwewenang untuk melawan pornografi anak, juga berhasil menahan 108 orang tersangka di 19 negara Eropa dan Amerika Latin. (dwn) (dwn/)





Hide Ads