Hanya Ada Satu Kata: Koneksi!

Hanya Ada Satu Kata: Koneksi!

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 21 Agu 2021 23:46 WIB
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus membangun BTS USO di daerah 3T, agar masyarakat di sana dapat menikmati layanan internet seperti halnya di kota-kota besar.
Keberadaan akses internet, pada akhirnya akan menjadikan Indonesia dapat bersaing di kancah internasional. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Koneksi, merupakan sebuah kata kunci untuk mempersatukan luasnya Indonesia. Dengan keberadaan akses internet, pada akhirnya akan menjadikan negara ini bersaing di kancah internasional.

Harapan masa depan yang saat ini sedang dirajut satu per satu oleh pemerintah dan pelaku industri menjadi kesatuan ekosistem yang utuh. Cita-cita bangsa merdeka sinyal internet bukan lagi impian semata, tapi keniscayaan.

Bukan tanpa sebab, Indonesia diprediksi menjadi negara dengan transaksi ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Hal ini seiring dengan tingkat penetrasi internet yang tinggi dan perkembangan ekonomi digital yang potensial.

Berdasarkan hasil studi studi Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai transaksi ekonomi digital RI diramal bakal tumbuh pesat, yaitu mencapai USD 124 miliar atau sekitar Rp 1,7 triliun pada tahun 2025, terbesar di Asia Tenggara.

Adapun dengan proyeksi nilai transaksi sebesar itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memproyeksikan Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar ke-9 di dunia pada 2030. Perkembangan ekonomi digital ini selaras dengan pertumbuhan startup di Indonesia yang terbilang sangat cepat.


Kesenjangan Akses Internet

Hanya saja, akses internet di Indonesia belum merata yang membuat ada kesenjangan antara Pulau Jawa dengan di luarnya.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan hasil pengguna internet Indonesia periode 2019 - kuartal II 2020 naik menjadi 73,7% dari populasi atau setara 196,7 juta pengguna.

Pengguna di Pulau Jawa masih berkontribusi terbesar terhadap kenaikan jumlah pengguna internet tersebut, yakni 56,4 %. Pengguna internet terbesar kedua berasal dari Pulau Sumatera dengan 22,1%. Disusul Pulau Sulawesi( 7%), Kalimantan (6,3%), Bali-Nusa Tenggara (5,2%), dan Maluku-Papua (3%).

Hasil survei pengguna internet Indonesia pada Q2 (2019-2020) mencapai 196,7 juta dari 266 juta total penduduk. Namun penyebaran akses internetnya masih belum merata.Hasil survei pengguna internet Indonesia pada Q2 (2019-2020) mencapai 196,7 juta dari 266 juta total penduduk. Namun penyebaran akses internetnya masih belum merata. Foto: APJII

"Kontribusi pengguna yang tinggal di Pulau Jawa naik menjadi 56,4% dari 55,7% di tahun sebelumnya. Karena pembangunan infrastruktur internet di Jawa terus berkembang sehingga penggunanya juga bertumbuh," ujar Ketua Umum APJII Jamalul Izza.

Kominfo dihadapi pekerjaan rumah dari 83.218 desa/kelurahan, 12.548 desa/kelurahan di antarnya belum teraliri sinyal 4G. Bila dirinci dari 12.548 desa/kelurahan, wilayah yang berada di Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) itu sebanyak 9.113 desa/kelurahan jadi tugas pemerintah, sedangkan yang non-3T 3.435 desa/kelurahan adalah tugas operator seluler.



Simak Video "Walau Sudah Bisa 5G, XL Axiata Masih Pakai Spektrum untuk 4G"
[Gambas:Video 20detik]