Telepon Pedesaan akan Pakai Hibah Huawei
- detikInet
Jakarta -
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi menandatangani nota kesepahaman dengan Huawei Technologies Co. Ltd, mengenai "Pemanfaatan Teknologi Telekomunikasi Pedesaan". Nota Kesepahaman ini mengatur mengenai pemberian barang hibah berupa infrastruktur telekomunikasi, dari Huawei, Cina kepada Pemerintah RI (Depkomfo cq. Ditjen Postel). Hibah tersebut terdiri dari satu sistem perangkat telekomunikasi CDMA 2000-1X 450 MHz, yang diantaranya adalah MSC, BSC dan 20 BTS. "Peralatan telekomunikasi tersebut diharapkan memiliki coverage yang luas, sehingga diharapkan dapat memenuhi layanan hingga daerah yang terpencil," kata Gatot S. Dewa Broto, Kabag Umum dan Humas, Ditjen Postel, seperti dikutip detikinet, Minggu (19/3/2006) dari situs resmi Postel. Nota kesepahaman di atas, ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar, dan Indonesia Country Manager Huawei Technologies Co. Ltd., Ma Yue, pada Jumat (17/03/2006). Nota kesepahaman tersebut akan ditindaklanjuti dengan: (1) Naskah Perjanjian Hibah antara Ditjen Postel dengan Huawei Technologies Co. Ltd. yang memuat rincian barang yang dihibahkan; dan (2) Naskah Perjanjian Penerusan Hibah (NPPH) dari Ditjen Postel kepada Pemda Kabupaten Pacitan dan pemda sekitarnya, sebagai daerah penerima hibah.Kedua jenis perjanjian tersebut, merupakan ketentuan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah yang ditetapkan pada tanggal 9 Desember 2005.Alokasi HibahPacitan dipilih sebagai penerima hibah, dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan kabupaten termiskin kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Trenggalek, dengan komoditas utama hasil pertanian. Dari 20 BTS yang akan dihibahkan oleh Huawei Technologies Co. Ltd, enam BTS di antaranya akan dibangun di Kabupaten Pacitan. Sedangkan 14 BTS sisanya akan disebar di daerah sekitarnya, seperti Trenggalek, Madium, Bondowoso, Situbondo, Ponorogo, Wonogiri, Wonosari dan lokasi-lokasi sekitar yang mungkin tercakup layanannya.Secara teknis penempatan lokasi enam BTS di Pacitan, diperkirakan dapat menjangkau 85 persen wilayah Pacitan. Keenam BTS tersebut direncanakan ditempatkan di TVRI Nawangan, Arjosari, Pacitan, TVRI Wonogondo dan Tulakan.Keberadaan 20 BTS tersebut selanjutnya akan diintegrasikan dengan alat dan perangkat telekomunikasi yang dimiliki oleh PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia. Sampoerna nantinya akan menyediakan akses telekomunikasi dan sekaligus mengoperasikan sistem telekomunikasi pedesaan tersebut.Huawei merupakan perusahan asal Cina, yang bergerak di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi. Saat ini, bisnisnya tersebar di lebih 100 negara, mencakup Amerika Serikat, Inggeris, Prancis, Portugial, Rusia, Brazil, Singapore, Malaysia dan Thailand. (nks)
(nks/)