Dikira Ladang Ganja, Ternyata Tambang Bitcoin Ilegal

Dikira Ladang Ganja, Ternyata Tambang Bitcoin Ilegal

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 30 Mei 2021 16:45 WIB
Kepolisian Inggris menggeledah bangunan yang dikira ladang ganja, ternyata isinya tambang Bitcoin
Dikira Ladang Ganja, Polisi Inggris Malah Gerebek Tambang Bitcoin Ilegal Foto: dok. West Midlands Police
Jakarta -

Kepolisian Inggris menggeruduk bangunan yang diduga sebagai ladang ganja, namun ternyata bangunan tersebut adalah tambang Bitcoin ilegal.

Tambang tersebut berlokasi di pinggiran kota Birmingham, Inggris. Kepolisian West Midlands mengatakan tambang itu disebut menambang secara ilegal karena mencuri listrik senilai ribuan Poudsterling dari sumber listrik utama.

Pihak kepolisian menggerebek unit yang berada di area Sandwell tersebut setelah mendapat informasi bahwa unit itu digunakan untuk menanam ganja.

Informasi yang didapatkan kepolisian menyebutkan unit tersebut sering dikunjungi banyak orang, serta dari luar terlihat banyak kabel dan lubang ventilasi. Drone polisi juga mendeteksi panas yang cukup kuat dari dalam bangunan.

Pihak kepolisian mengatakan ini merupakan ciri-ciri klasik ladang ganja. Tapi setelah menggeledah bangunan, polisi justru menemukan sekitar 100 komputer dan tidak ada tanda-tanda tanaman ganja.

"Ini di luar perkiraan kami," kata Police Sergeant Sandwell, Jennifer Griffin dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari CNBC, Minggu (29/5/2021).

"Itu memiliki semua ciri-ciri tempat budidaya ganja dan saya percaya ini hanya tambang kripto kedua yang pernah kami temui di West Midlands," sambungnya.

Semua komputer yang ditemukan di lokasi penambangan Bitcoin ilegal langsung disita oleh kepolisian, tapi polisi tidak menahan siapa-siapa. Griffins mengatakan penambangan Bitcoin sendiri tidak dilarang di Inggris, tapi mencuri listrik tentu perbuatan ilegal.

Walau kepolisian Birmingham tidak berhasil menangkap sindikat pengedar narkoba, setidaknya operasi kali ini berbuah manis karena berhasil menutup tambang Bitcoin ilegal yang berdampak buruk pada lingkungan.

Proses penambangan Bitcoin dan mata uang kripto lainnya membutuhkan listrik dalam jumlah banyak untuk mentenagai komputer khusus yang digunakan untuk menyelesaikan perhitungan rumit. Studi terbaru menemukan konsumsi listrik untuk penambangan Bitcoin setara dengan konsumsi listrik di Swedia dan Belanda.



Simak Video "El Salvador Negara Pertama yang Jadikan Bitcoin Alat Pembayaran Sah"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/asj)