Valentino Jebret Ancam Netizen yang Lontarkan Hinaan

Valentino Jebret Ancam Netizen yang Lontarkan Hinaan

Tim - detikInet
Rabu, 14 Apr 2021 10:15 WIB
Jakarta -

Presenter olahraga Valentino 'Jebret' Simanjuntak merespons ujaran kebencian atau hinaan yang diarahkan kepadanya oleh netizen di media sosial Twitter. Jika netizen melontarkan perkataan yang dikategorikan hinaan dan tidak meminta maaf, Valentino akan menempuh jalur hukum.

Awalnya,Valentino 'Jebret' memajang tangkapan layar cuitan dari akun @Siaran Bola Live pada Rabu (14/4) dini hari WIB. Dalam cuitannya, akun tersebut menuliskan 'the most cocot paling mengganggu se Indonesia: Valentino Jebret. Cocot s***t."

Hal itu membuat Valentino geram. "Saya menunggu permintaan maaf akun anda dalam bentuk video lengkap dengan nama dan alamat anda agar menjadi jelas siapa pemilik akun ini sehingga akan sah dan terbukti kalo akun ini tidak palsu dalam 1x24 jam atau jika tidak saya dan tim hukum akan proses anda," sebut Valentino di akun Twitter-nya.

Ia menilai s***t merupakan perkataan yang bisa untuk makian. Valentino juga memberikan ultimatum pada akun lainnya yang melontarkan hinaan pada dirinya.

"Maaf mengganggu waktu sahurnya teman2, saya akan lanjutkan besok saja sesuai waktu yang tepat. Kepada akun lain yang serupa yaitu MENGHINA bukan MENGKRITIK, saya tunggu itikad baiknya dalam 1 x 24 jam, terimakasih. Radot Valentino Simanjuntak SH MH," tulisnya.

Bisa ditebak, Valentino Jebret akan menggunakan UU ITE untuk melaporkan ujaran kebencian tersebut. Bahkan saat ini, UU ITE masuk dalam trending topic Twitter di urutan keempat.

Seperti dikutip dari CNN Indonesia, pangkal kekisruhan ini bermula dari tagar mute massal saat pertandingan Piala Menpora 2021 yang dipandu Valentino 'Jebret masuk lima besar trending topic pada Senin (12/4) dan Selasa (13/4).

Gerakan mematikan suara televisi saat tayangan siaran langsung Piala Menpora 2021 mulai diperbincangkan pada Minggu (11/4) dan kemudian mengalami peningkatan pada Senin (12/4), ketika PSS Sleman berjumpa Bali United.

Bahkan, hingga Selasa (13/4) siang tanda pagar tersebut masih sempat bertengger di lima besar Twitter. Gerakan ini mendesak Valentino Jebret agar tak berlebihan dengan menggunakan kata-kata yang terlalu hiperbolis dalam membawakan pertandingan sepak bola.

(fyk/fyk)