WhatsApp Terancam Lepas, Facebook Bela Diri dengan TikTok

WhatsApp Terancam Lepas, Facebook Bela Diri dengan TikTok

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 16 Des 2020 05:40 WIB
Tyumen, Russia - January 21, 2020: TikTok and Facebook application  on screen Apple iPhone XR
Aplikasi TikTok. Foto: iStock
Jakarta -

Facebook tengah menghadapi gugatan hukum pelik dari Federal Trade Commission (FTC) dan jaksa di 46 negara bagian Amerika Serikat. Jejaring sosial terbesar dunia ini dituding anti kompetisi dan monopoli, dengan salah satu tuntutan harus melepas atau menjual WhatsApp dan Instagram.

Untuk menghalangi kompetitor, Facebook dituduh berniat menghancurkan atau melakukan pembelian saat rival masih perusahaan yang relatif kecil. Tentunya Facebook akan berjuang keras di pengadilan, dengan kemungkinan mengajukan nama TikTok sebagai salah satu argumen mereka.

TikTok ciptaan perusahaan ByteDance, telah menjadi aplikasi pesaing yang sangat berat bagi Facebook, bahkan jumlah download TikTok sudah melebihi mereka. Menurut mantan Managing Director Facebook Australia, Stephen Scheeler, TikTok adalah contoh nyata bahwa kompetisi tetap ada.

"Barang bukti A untuk bela diri Facebook adalah TikTok. Dua atau tiga tahun lalu, ketika regulator mungkin sedang merancang gugatan melawan Facebook ini, TikTok tidak benar-benar eksis," kata Stephen yang dikutip detikINET dari Sydney Morning Herald, Rabu (16/12/2020).

"Nah, TikTok sekarang punya hampir semiliar user dan tak ada orang yang akan berargumentasi mereka bukan rival besar (bagi Facebook). Itu selalu menjadi masalah dalam teknologi, regulator terlalu lama mengejar. Saat sudah dilakukan aksi, tak relevan lagi," paparnya.

Ia menambahkan, Instagram dibeli Facebook pada saat masih perusahaan yang sangat kecil. Kemudian Mark Zuckerberg disebutnya sebenarnya dahulu kurang berminat berkiprah di layanan messaging walau akhirnya membeli WhatsApp.

Sebelumnya, para bos Facebook sudah kompak menyebut nama TikTok sebagai bela diri terhadap gugatan tersebut. "Ada layanan kami tapi ada juga iMessage, ada TikTok, ada Snapchat, beberapa yang telah tumbuh menjadi sangat besar dengan waktu sangat cepat," cetus Chief Operating Officer Facebook, Sheryl Sandberg.

"TikTok adalah kompetitor yang luar biasa tangguh, mungkin saja kompetitor paling tangguh yang pernah kami saksikan. Mereka sangat fokus, sangat bertekad, mereka melakukan eksekusi dengan sangat baik," kata Adam Mosseri, bos Instagram. Pihak Facebook sepertinya akan mengandalkan TikTok untuk melawan para penggugat.



Simak Video "WhatsApp-Instagram-Facebook Tumbang!"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)