Los Angeles Gugat Game 'Grand Theft Auto'
- detikInet
Jakarta -
Los Angeles menggugat pengembang dan produsen game Take-Two Interactive Software. Gugatan muncul terkait penjualan video game pornografi ke anak-anak.Pengacara Los Angeles Rocky Delgadillo, mendakwa penerbit game dengan sengaja telah menyingkap konten esek-esek di game Grand Theft Auto: San Andreas. Game itu dinilai hanya untuk kalangan "Adult Only".Sekedar mengingatkan, tahun lalu dewan penilain video game menemukan bahwa GTA menyembunyikan konten porno, dikenal dengan "Hot Coffee", secara gamblang. Hal ini sempat menimbulkan kontroversi dari berbagai pihak.Konon, Take-Two mengklaim adegan seks tersebut tidak ada di gamenya. Menurutnya, GTA yang asli telah dimodifikasi hakcer jahat. Seminggu kemudian, terungkap adegan seks itu memang terpampang di game aslinya. Lebih lanjut, Delgadillo mengatakan Take-Two dituntut telah berbisnis secara curang. Take-Two juga dianggap telah membohongi dewan penilaian video game dan mengabaikan undang-undang California. Take-Two juga dituduh telah memasarkan GTA dengan cara memodifikasi software. Demikian dikutip detikinet dari Reuters Senin (30/1/2006). Alhasil Take-Two dan Rockstar Games, anak perusahaan Take-Two Interactive, diminta menghentikan pemasaran game tersebut ke anak-anak. Take-Two juga diminta 'memuntahkan' keuntungannya dari total keuntungan penjualan game tersebut yang mencapai US$ 10 juta (US$ 1 = Rp 9.380, sumber: detik.com).Sebagai informasi, game GTA dirilis pada Oktober 2004. Game ini tercatat sebagai game dengan predikat penjualan terbaik. GTA juga dinilai sebagai salah satu game yang paling kontroversial selama ini. Pasalnya, game ini menawarkan konten yang dianggap 'keras' seperti aksi pembunuhan, pelacuran, penipuan dan perampokan. Take-Two memang telah menarik game tersebut dari pasaran dan mengemas ulang game tersebut.Seharusnya, perusahaan apapun wajib dengan jujur menyingkap konten produk mereka. Apakah itu terkait makanan yang kita santap atau hiburan yang kita konsumsi. (dwn)
(dwn/)