Mantan Engineer Curi Rp 140 Miliar dari Microsoft

Mantan Engineer Curi Rp 140 Miliar dari Microsoft

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 11 Nov 2020 22:35 WIB
A Microsoft logo is seen on an office building in New York City in this July 28, 2015 file photo. Microsoft Corp announced more big cuts to its smartphone business on Wednesday.  REUTERS/Mike Segar/File Photo
Mantan Engineer Curi Rp 140 Miliar dari Microsoft (Foto: Reuters/Mike Segar)
Jakarta -

Seorang mantan engineer Microsoft dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh pengadilan federal di Seattle, Washington, Amerika Serikat, karena menipu dan mencuri dari Microsoft hingga jutaan dolar.

Volodymyr Kvashuk (26) mengumpulkan 18 penjahat federal terkait untuk menjalankan rencananya menipu Microsoft senilai lebih dari USD 10 juta (sekitar Rp 140 miliar).

Atas perbuatannya ini, Departemen Kehakiman AS tak hanya menjatuhkan hukuman penjara tetapi juga memerintahkannya membayar lebih dari USD 8 juta sebagai ganti rugi.

Kvashuk, warga negara Ukraina yang tinggal di Renton, Washington, memulai karirnya sebagai kontraktor dan kemudian bekerja sebagai karyawan di Microsoft dari Agustus 2016 hingga Juni 2018, saat dia dipecat.

Pada Februari lalu, ia dihukum atas lima dakwaan penipuan, enam dakwaan pencucian uang, dua dakwaan pencurian identitas, dua dakwaan mengajukan pengembalian pajak palsu, dan masing-masing satu dakwaan penipuan surat, penipuan perangkat akses, dan akses ke komputer yang dilindungi sebagai kelanjutan dari penipuan.

"Mencuri dari perusahaan saja sudah buruk. Tapi mencuri dan membuat kolega Anda terlihat sebagai pihak yang harus disalahkan, sangat parah. Kasus ini membutuhkan keterampilan teknologi yang canggih untuk menyelidiki dan menuntut," kata Jaksa Brian T Moran dikutip dari Cnet, Rabu (11/11/2020).

Kvashuk ditugaskan untuk menguji platform penjualan ritel online Microsoft dan menggunakan akses tersebut untuk mencuri nilai mata uang yang disimpan, seperti gift card digital. Dia kemudian menjualnya secara online, dan hasilnya digunakan untuk membeli rumah di tepi danau senilai USD 1,6 juta dan Tesla seharga USD 160 ribu.

Awalnya, dia mulai mencuri jumlah yang lebih kecil senilai total USD 12 ribu menggunakan rekeningnya sendiri. Namun kemudian, dia menjadi semakin rakus untuk mencuri lebih banyak dengan mulai menggunakan akun email percobaan yang ditautkan ke sesama karyawan.

Dia menutupi jejaknya dengan menggunakan layanan mixing Bitcoin yang menyembunyikan sumber dana yang berakhir di rekening banknya. Selama tujuh bulan, sekitar USD 2,8 juta Bitcoin ditransfer ke bank dan rekening investasinya. Kvashuk kemudian mengajukan formulir pengembalian pajak palsu dan mengatakan bahwa Bitcoin itu adalah hadiah.

"Tindakan kriminal Kvashuk dalam mencuri dari Microsoft dan pengajuan pengembalian pajak palsu, adalah kasus Bitcoin pertama di negara ini yang memiliki komponen pajak," kata Ryan L Korner, agen khusus IRS Criminal Investigation.

"Dijatuhkannya hukuman ini membuktikan bahwa Anda tidak dapat mencuri uang melalui internet dan berpikir bahwa Bitcoin akan menyembunyikan perilaku kriminal Anda," tutupnya.



Simak Video "Microsoft Akan Genjot Bukalapak Rp 1,46 T"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)