Eropa Minta Smartphone Bebas dari Aplikasi Bawaan

Eropa Minta Smartphone Bebas dari Aplikasi Bawaan

Josina - detikInet
Minggu, 04 Okt 2020 22:02 WIB
aplikasi tiktok
Foto: Unsplash/Kon Karampelas
Jakarta -

Sebentar lagi, kemungkinan pengguna smartphone di Eropa dapat menghapus aplikasi bawaan baik dari smartphone atau komputer yang mereka beli. Uni Eropa (UE) berencana 'memaksa' produsen perangkat (OEM) agar mengizinkan penggunanya mencopot pemasangan aplikasi apapun yang sudah terpasang sebelumnya di perangkat mereka (pre-installed), demikian dilaporkan dari Financial Times.

Undang-undang baru ini merupakan bagian dari regulasi Digital Services Act yang sedang dikerjakan oleh Eropa. Peraturan yang draftnya masih dapat tahap awal ini kemungkinan disahkan pada akhir tahun ini.

Digital Services Act merupakan perombakan besar-besaran pertama dari aturan UE yang mengatur internet di wilayah tersebut. UE berharap untuk menetapkan standar global tentang cara melawan 'teknologi besar'.

Seperti diketahui, smartphone baru sudah dilengkapi dengan sejumlah besar aplikasi yang sudah diinstal sebelumnya. Aplikasi ini dimuat oleh pembuat smartphone ataupun operator telekomunikasi.

Meskipun ada beberapa aplikasi bawaan yang cukup sering digunaka, banyak pula di antaranya hanya digunakan oleh sebagian kecil orang yang membeli ponsel tersebut.

Bahkan, meski aplikasi tersebut tak digunakan sama sekali, sayangnya tak dapat dihapus dari smartphone sehingga memakan memori ponsel.

Dilansir detiKINET dari Android Headlines, Eropa ingin mengubah hal tersebut untuk selamanya. Untuk detail dari undang-undang tersebut masih belum jelas, namun regulasi Digital Services Act UE tampaknya akan mengguncang para raksasa teknologi.

Pasalnya, perusahaan teknologi besar seperti Facebook dan Google sering membuat kesepakatan dengan OEM untuk menginstal aplikasi mereka sebelumnya.

Draft tersebut juga menyebutkan bahwa perusahaan tidak dapat memaksa perusahaan lain untuk secara eksklusif melakukan pemasangan software mereka. UE telah mendenda Google karena diduga memaksa pembuat ponsel memasukkan aplikasinya di ponsel mereka.

Undang-undang tersebut juga akan melarang perusahaan memberikan perlakuan istimewa atas layanan mereka sendiri hingga merugikan pesaing.

Pembuat ponsel seperti Xiaomi dan Samsung, memuat aplikasi mereka sendiri di ponsel Android mereka, bahkan ketika ponsel tersebut berbasis sistem operasi Google yang sudah diinstal sebelumnya.



Simak Video "Rusia Kecam Sanksi Uni Eropa Atas Kasus Navalny"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/rns)